BPOM Ungkap 2 Ribu Warga Indonesia Sudah Daftar Uji Klinis Vaksin TBC Tahap 3

Sebanyak 2.000 warga Indonesia telah terdaftar sebagai peserta uji klinis tahap 3 vaksin tuberkulosis (TB) M72, yang kini tengah berlangsung.

BPOM Ungkap 2 Ribu Warga Indonesia Sudah Daftar Uji Klinis Vaksin TBC Tahap 3
BPOM Ungkap 2 Ribu Warga Indonesia Sudah Daftar Uji Klinis Vaksin TBC Tahap 3

INILAHKORAN - Sebanyak 2.000 warga Indonesia telah terdaftar sebagai peserta uji klinis tahap 3 vaksin tuberkulosis (TB) M72, yang kini tengah berlangsung. Vaksin ini digadang-gadang menjadi terobosan baru dalam penanggulangan penyakit TB, terutama di Indonesia yang menempati posisi kedua tertinggi kasus TB di dunia setelah India.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, menyampaikan bahwa pemberian izin uji klinis vaksin ini tidak hanya bertujuan untuk menilai tingkat efektivitas vaksin, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan produksi vaksin secara mandiri di dalam negeri.

“Dengan adanya sekitar dua ribu partisipan dari Indonesia dalam uji klinis ini, kita berharap hasilnya dapat memberikan harapan baru bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada pengobatan lama yang kurang efektif,” kata Taruna dikutip dari Antara, Kamis (15/5).

Ia juga menjelaskan bahwa vaksin TB saat ini, yaitu Bacillus Calmette-Guérin (BCG), dinilai kurang memberikan perlindungan maksimal, terlebih pada kasus TB yang kompleks dan sulit sembuh. Sementara itu, pengobatan dengan kombinasi obat seperti isoniazid, rifampicin, dan etambutol kerap membutuhkan waktu lama dan menimbulkan tantangan baru dalam penanganannya.

uji klinis ini dilakukan dengan metode ilmiah ketat, yakni double-blind, di mana bahkan peneliti tidak mengetahui siapa yang menerima vaksin asli atau plasebo. Selain Indonesia, uji klinis vaksin M72 juga dilakukan di sejumlah negara lain, dengan total sekitar 20 ribu peserta secara global.

Taruna memastikan semua peserta mengikuti uji coba ini secara sukarela dan tanpa dipungut biaya. Ia menambahkan bahwa jika hasil uji klinis menunjukkan keberhasilan, maka vaksin tersebut akan diproduksi di dalam negeri bekerja sama dengan Biofarma.

“Dengan produksi lokal, kita bisa mengurangi ketergantungan impor bahan baku obat yang saat ini mencapai 94 persen. Ini bukan hanya soal efisiensi, tapi juga soal menyelamatkan nyawa lebih banyak orang,” ungkapnya.


Editor : Firda Rachmawati