BRT Bikin Nasib TMB dan Angkot Tak Jelas, Kadishub Bandung Beri Jaminan
Kadishub menegaskan pihaknya berkomitmen untuk memastikan semua pihak terdampak BRT tetap diberdayakan termasuk TMB dan Angkot.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Bandung, Rasdian Satriadi ungkap perkembangan pembangunan bus rapid transit (BRT) serta dampaknya terhadap moda transportasi seperti TMB dan Angkot yang sudah ada.
Menurut Kadishub, BRT akan membawa perubahan signifikan bagi trans metro bandung (TMB) dan angkutan kota (Angkot).
Namun, Rasdian Satriadi menegaskan pihaknya berkomitmen untuk memastikan semua pihak terdampak tetap diberdayakan termasuk TMB dan Angkot.
“BRT ini pasti berdampak pada trans metro bandung yang saat ini memiliki enam koridor. Karena itu, kami sudah mengajukan surat permohonan agar sopir dan armada yang ada bisa diakomodasi dan diselaraskan dalam operasional BRT. Termasuk nanti akan ada tambahan sekitar lima koridor,” kata Rasdian Setiadi, Sabtu 31 Januari 2026.
Ia menjelaskan, penyesuaian tersebut dimaksudkan agar TMB tetap beroperasi secara efektif sekaligus mendukung jaringan BRT baru.
Dengan penambahan koridor, diharapkan integrasi antar moda transportasi lebih lancar dan kapasitas angkutan umum di Kota Bandung meningkat.
Sementara itu, untuk angkot yang memiliki trayek bersinggungan dengan rute BRT. Rasdian menyebut, pihaknya tengah melakukan perhitungan secara rinci. “Masih ada trayek-trayek yang irisan rutenya di atas 80 persen. Saat ini kami masih menghitung, sekitar delapan trayek termasuk jumlah kendaraannya dan kami koordinasikan dengan koperasi. Para sopir angkot juga nantinya harus diberdayakan,” ujar dia.
Ia menegaskan, pembangunan BRT bukan untuk menggusur angkot atau TMB. Melainkan untuk menciptakan sistem transportasi publik yang lebih terintegrasi. Dengan begitu, masyarakat Kota Bandung tetap memiliki pilihan transportasi yang efisien.
Sementara para sopir dan pengelola moda transportasi yang terdampak tetap mendapatkan perhatian. "Proses integrasi ini juga akan melibatkan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk koperasi angkot dan operator TMB agar transisi ke sistem BRT berjalan lancar dan tidak mengganggu mobilitas warga," tandasnya.***
Editor : Bsafaat
