INILAHKORAN, Cibinong-Jika dulu bumerang yang terbuat dari kayu berujung logam hanya sebagai senjata lempar untuk berburu khas suku Aborigin dari Australia, namun di tangan Aditya Rahman, bumerang yang terbuat dari spon bisa menjadi alat olahraga yang aman bagi anak-anak.
Walaupun terbuat dari spon, kemampuan membelokkan aliran udara ke atas dan menciptakan efek gaya angkat ke atas (Hukum Bernaulli) terbilang baik, karena Radius Boomerang nama produk, sebelumnya sudah menjalani riset selama setahun.
"Dalam membuat Radius Boomerang dari spon ini, kami sudah melakukan riset selama setahun lebih. Tentunya, sebelum berhasil banyak terjadi kegagalan-kegagalan," kata Aditya kepada wartawan, Selasa 28 September 2021.
Pria berusia 25 tahun dan berdomisili di Kelurahan Pabuaran Mekar, Cibinong ini menerangkan karena sudah teruji kemampuan dan aman bagi anak-anak, produk inovasi Radius Boomerang berhasil menembus pasar ke Negara Jerman.
"Riset itu kami lakukan dengan bantuan program desain auto cad dan dicetak dengan mesin press atau cetak, selain spon, juga ada bumerang berbahan baku plastik. Namun berawal dari facebook, kami berhasol menemukan pengusaha asal Negara Jerman yang membeli banyak bumerang berbahan baku spon untuk dijual kembali Benua Biru," terangnya.
Aditya menuturkan kunci rahasia, produk ekonomi kreatif berskala usaha kecil menengah (UKM) ini bisa menembus pasar internasional karena terjaganya kualitas produk.
"Kunci utama bisa ekspor itu karena terjaganya kualitas produk, produk yang inovatif, konsistensinyanya produksi dan bisa berkomunikasi dengan bahasa internasional yaitu Bahasa Inggris," tutur Aditya.
Ia menjelaskan selain memproduksi bumerang berbahan baku spon dan plastik, Radius Bumerang juga memproduksi bumerang berbahan baku kayu pohon jambu, ataupun kayu jenis lainnya.
"Kalau bumerang berbahan baku spon itu harganya Rp 40 ribu, berbahan baku plastik harganya Rp 30 ribu, sedangkan untun bumerang berbahan baku kayu jambu dan berbahan baku PVC itu kami jual Rp 250 ribu perbuahnya," jelasnya.
Aditya melanjutkan di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 dan pandemi Covid-19, ia mengajak kepada para orang tua agar mengurangi penggunaan gadget anak-anaknya.
"Ketergantungan atau penggunaan gadget bagi anak-anak dengan masa yang lama kan bakal memilik dampak negatif sosial, kami pun mengajak agar mereka mengajak anak-anaknya untuk rutin berolahraga, salah satunya dengan main bumerang," lanjut Aditya.*** (Reza Zurifwan)