Keren Mang Oting! Hiasannya dari Limbah Paralon Dapat Jempol dari Bupati, Gubernur hingga Menteri

Buah karya Oting warga Kampung Pisang, Cibinong, Kabupaten Bogor berupa hiasan dari limbah paralon diapresiasi para pejabat tinggi.

Keren Mang Oting! Hiasannya dari Limbah Paralon Dapat Jempol dari Bupati, Gubernur hingga Menteri
Oting saat memamerkan karyanya berupa patung naga yang berbahan dasar limbah paralon.

INILAHKORAN, Cibinong- Kreatifitas Oting Supriatna (42) warga Kampung Pisang, Karadean, Cibinong, Kabupaten Bogor, tak semata mendatangkan uang. Acungan jempol dia dapatkan dari Bupati Bogor Ade Yasin hingga Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Oting berhasil mengubah limbah paralon menjadi berbagai macam perhiasan dan pernak-pernik. Dari mulai gelang, lampu petromak, tempat tisu, lampu taman, hiasan meja ikan arwana, kostum kerajaan Padjadjaran, tempat payung, nampan, asbak, tatakan gelas, dan lain-lain.

Buah karya Oting ternyata tak hanya menghasilkan uang, tetapi juga apresiasi dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Bupati Bogor Ade Yasin, Wali Kota Bogor Bima Arya dan bahkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Baca Juga: Kontes Burung Pleci Berhadiah Domba di Bogor jadi Obat Rindu Penggemar Burung, Pesertanya Ada dari Yogyakarta

"Awalnya pada Tahun 2014 lalu, saya hanya buat perhiasan gelang dari limbah paralon, hingga saat ini, sudah 350 jenis produk bernilai ekonomi cukup tinggi yang kami hasilkan dari usaha berkategori ekonomi kreatif," ungkap Oting kepada wartawan, Senin 27 September 2021.

Ia mengaku produk ekonomi kreatif yang dihasikannya memiliki nilai yang beragam, mulai dari Rp7 ribu hingga puluhan juta rupiah. Namun, ada dua produk yang tak ia lepas, walaupun ditawar hingga Rp30 juta rupiah.

"Perhiasan berupa gelang, lampu petromak, tempat tisu, lampu taman, kostum kerajaan pajajaran, tempat payung, hiasan meja ikan arwana, nampan, asbak, tatakan gelas, papan nama dan lainnya saya jual Rp 7.000 hingga Rp 450 ribu, namun gelang yang pertama kami saya buat dan tugu naga saya tak bakal 'lepas' karena punya itu 'master piece' atau maha karya, untuk tugu naga bahkan ada yang menawar Rp 30 juta, namun maaf saya belum mau melepasnya, apalagi produk tersebut sudah ditandatangani Gubernur Jawa Barat, Bupati dan Wali Kota Bogor," sambungnya.

Baca Juga: Bus vs Honda Scoopy di Jalan Padjadjaran, Pemotor Cantik Meninggal Dunia

Oting menuturkan, dari usaha rumahan, kini berkat ketekunan dan doa anak istri Sharaga Art Production punya gallery di Perumahan Taman Cibinong Asri, Keradenan, Cibinong, Kabupaten Bogor.

"Alhamdulillah, saat ini Sharaga Art Production punya gallery yang saya beri nama Kampung Paralon. Banyak pembeli yang, baik itu dari Bogor maupun daerah lain di Jabodetabek," tutur Oting.

Ia menjelaskan hingga saat ini, pihaknya kesulitan sumber daya manusia (SDM) usaha kreatif. Banyak tenaga kerja yang keluar masuk karena mereka lebih ingin bekerja di pabrik, ketimbang menjadi pelaku atau pekerja seni.

Baca Juga: Siap Produksi Pengusaha Muda, HIPMI Dispora Academy Digelar Dengan Konsep Berbeda

"Pelaku atau pekerja seni yang membantu saya banyak yang keluar karena mereka lebih tertarik bekerja di pabrik, alasannya mereka karena gaji di pabrik lebih besar. Karena hal itulah, produk 'hand made' ini tidak bisa kami buat massal, apalagi ini bukan hanya tentang produksi, tetapi tentang rasa atau seni," jelasnya. (Reza Zurifwan)

 

 


Editor : inilahkoran