Buntut Longsor Jalan Usaha Tani, Aktivitas Petani Mangga Terganggu
Jalan Usaha Tani yang sempat terputus hingga kini masih belum diperbaiki dan mengganggu aktivitas petani mangga
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - longsor yang memutus Jalan Usaha Tani (JUT) sepanjang 32 meter di Desa Munjul, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, berdampak serius terhadap aktivitas pertanian warga, khususnya petani mangga.
Peristiwa longsor Jalan Usaha Tani tersebut terjadi pada awal Februari 2026 dan hingga kini masih dalam penanganan darurat.
Kuwu Munjul, Chaerudin, mengatakan Jalan Usaha Tani tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat, tidak hanya bagi warga Desa Munjul, tetapi juga desa-desa di sekitarnya. Jalan itu menjadi jalur utama pengangkutan hasil pertanian dari lahan mangga seluas sekitar 150 hektare.
“Jalan ini menjadi urat nadi perekonomian warga. Ribuan petani menggantungkan akses lahan dan distribusi hasil panen melalui jalan ini,” ujar Chaerudin, Rabu 18 Februari 2026.
Dia menjelaskan, longsor tersebut telah berlangsung sekitar sepuluh hari. Meski akses kendaraan roda empat terputus, masyarakat tetap berupaya menjaga mobilitas dengan semangat gotong royong agar aktivitas pertanian tidak sepenuhnya terhenti.
“Untuk sementara kami lakukan penanganan darurat agar kendaraan roda dua masih bisa melintas,” ungkapnya.
Menurutnya, sejumlah pihak telah turun langsung meninjau lokasi, di antaranya Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon serta perwakilan Kementerian Pertanian. Evaluasi kerusakan pun telah dilakukan mengingat jalan tersebut baru menerima bantuan pembangunan pada akhir 2025.
Selain itu, aparat TNI dari Koramil 0620/11 Astanajapura turut membantu warga dalam penanganan awal di lokasi longsor, termasuk di titik jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan.
Terkait perbaikan permanen, Chaerudin menyebutkan, rencana pekerjaan telah disusun dan akan dilaksanakan setelah bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026. Pemerintah desa bersama masyarakat akan memulai perbaikan dengan harapan akses pertanian kembali normal.
“Panjang jalan yang longsor sekitar 32 meter. Saat ini fokus kami membuka kembali akses dasar sambil menunggu perbaikan menyeluruh,” akunya.
Dia mengungkapkan, kejadian longsor ini merupakan yang ketiga kalinya terjadi di lokasi yang sama. Faktor utama penyebabnya adalah curah hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir serta kondisi tanah yang labil dan minim sistem drainase.
Dia menambahkan, kedepan Pemerintah Desa Munjul juga berencana menjadikan Jalan Usaha Tani tersebut sebagai akses strategis penghubung dengan Desa Belawa. Namun, rencana itu masih menunggu kesepakatan antar desa.
“Kami berharap dukungan pemerintah agar pembangunan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya memperbaiki longsoran, tetapi juga memperkuat struktur jalan dan drainase agar kejadian serupa tidak terulang,” tukas Chaerudin.
Editor : Ahmad Sayuti

