Buntut Selebrasi Kontroversial Kontra Inggris, Argentina Terancam Sanksi FIFA
gelandang andalan Argentina, Giovani Lo Celso membentangkan spanduk provokatif usai tekuk Inggris.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kemenangan dramatis Tim Nasional Argentina atas Inggris di babak semifinal Piala Dunia berbuntut panjang.
Tim Tango kini berisiko menghadapi sanksi disiplin dari federasi sepak bola dunia, FIFA, akibat aksi selebrasi yang dinilai bermuatan politis.
Pertandingan sengit yang digelar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta pada hari Rabu 15 Juli 2026 waktu setempat tersebut berakhir dengan comeback emosional bagi Argentina.
Namun, suasana pesta kemenangan mendadak berubah menjadi sorotan tajam setelah peluit panjang dibunyikan.
spanduk Kontroversial Giovani Lo Celso di Lapangan
Ketegangan bermula ketika gelandang andalan Argentina, Giovani Lo Celso, tertangkap kamera merayakan kemenangan di tengah lapangan sambil membentangkan sebuah spanduk besar.
spanduk tersebut bertuliskan kalimat provokatif: “Las Malvinas son Argentinas”, yang berarti “Malvinas adalah milik Argentina”.
Melansir laporan dari jurnalis olahraga Dan Sheldon, aksi ini langsung memicu perdebatan panas mengingat aturan ketat FIFA yang melarang segala bentuk pesan politik, keagamaan, atau pribadi dalam pertandingan resmi.
Akar Sejarah Konflik Kepulauan Falkland (Las Malvinas)
Istilah 'Las Malvinas' merupakan sebutan yang digunakan oleh masyarakat Argentina untuk Kepulauan Falkland. Wilayah ini secara hukum adalah wilayah dependen Inggris yang terletak sekitar 300 mil (480 km) di lepas pantai timur daratan Argentina.
Rivalitas kedua negara di luar lapangan hijau memang memiliki akar sejarah yang sangat kelam.
Pada tahun 1982, pemerintah militer Argentina sempat menginvasi Kepulauan Falkland dalam upaya merebut wilayah tersebut dari kekuasaan Inggris secara paksa.
Konflik sejarah ini membuat pertandingan antara Argentina vs Inggris selalu bermuatan politis tinggi dan kerap memicu gesekan emosional, baik di kalangan pemain maupun suporter.
Hingga saat ini, pihak FIFA dilaporkan tengah meninjau insiden selebrasi tersebut. Jika terbukti melanggar kode etik terkait larangan menampilkan simbol politik dalam sepak bola, Timnas Argentina maupun Giovani Lo Celso secara individu terancam menghadapi denda besar atau sanksi larangan bertanding.
Editor : Firda Rachmawati

