Bupati Cirebon Klaim Direksi PDAM Dilantik Dari Hasil Pleno
Bupati Cirebon, Imron, akhirnya melantik jajaran direksi PDAM atau sekarang berganti nama menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Jati di Pendopo Bupati Cirebon, Jumat (27/8/2021), sore.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, cirebon - Bupati cirebon, Imron, akhirnya melantik jajaran direksi pdam atau sekarang berganti nama menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Jati di Pendopo Bupati cirebon, Jumat (27/8/2021), sore.
Mereka yang dilantik yaitu tiga orang yang menempati jabatan dewan pengawas (Dewas). Satu orang menempati jabatan direktur umum(Dirum), dan satu orang menempati jabatan direktur teknik (Dirtek). Bupati Imron pun memastikan, mereka yang dilantik merupakan hasil keputusan dalam pleno panitia seleksi (Pansel) sebelumnya.
"Iya, semuanya hasil pleno. Hasil penilaian dari tim pansel," kata Imron.
Tercatat, nama-nama yang dilantik adalah Suharyadi yang untuk ke tiga kalinya menempati posisi Dirut. Kemudian ada Anas Basuki, Avip Suherdian dan Azis Hakim. Mereka masing-masing menempati posisi Dewas. Kemudian, Hendra Chandra Saputra menjabat sebagai Dirum. Dan Muhamad Irsyad menempati posisi Dirtek. Mereka dituntut, bisa memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami sampaikan selamat. Langsung bekerja. Karena air sedang dibutuhkan di Kabupaten cirebon. Ini sudah memasuki kemarau. Managemen harus menyiapkan pelayanan kepada masyarakat. Jangan sampai musim kemarau, kekurangan air,” pinta Imron.
Secara khusus, bupati pun langsung mengintruksikan Suharyadi, agar memberikan pelayanan prima. Baik, pelayanan dalam penyaluran air bersih, atau pelayanan dalam penarikan pembayaran tagihan. Selain itu, jajarannya harus solid.
"Jangan sampai orang tidak bisa mandi, padahal ada pdam. Saya intruksikan ke Dirut, pelayanan harus bagus, dan cepat. Kemudian solid. Perusahaan tidak solid, ya amburadul nantinya. Ikuti perintah sesuai aturan. Kalau ada apa-apa, laporkan. Biar saya tahu," ungkap Imron.
Pada sisi lain, Imron memastikan, dalam penentuan direksi dan Dewas pdam, tidak ada intervensi pihak manapun. Tetapi bukan berarti tidak ada yang mengusulkan.
“Intervensi tidak ada. Kemarin itu, hanya ada orang yang mengusulkan. Kan wajar saja. Tapi, saya pastikan, tidak ada intervensi apapun,” jelasnya.
Sementara itu, Dirut Perumda Tirta Jati, Suharyadi menjelaskan, dilantiknya anggota direksi ini telah sesuai aturan. Pihaknya pun dituntut memberikan pelayanan kepada masyarakat. Suharyadi juga mengklaim, sudah memberikan fasilitas kemudahan kepada pelanggan. Diantaranya, proses pembayaran yang tidak harus datang ke kantor.
"Kemudahannya, pelanggan bisa bayar lewat Indomart, Alfamart, Bukalapak dan lainnya. Kita juga sudah buka layanan WhatsApp center,” aku dia.
Suharyadi menambahkan, sebagai perusahaan daerah, pihaknya dituntut untuk mempunyai keuntungan. Tapi, tidak meninggalkan sisi sosial. Namun melihat kondisi sekarang, sumber air yang dimiliki jumlahnya terbatas. Tuntutannya, Perumda bisa melayani masyarakat disaat kemarau.
“Kita hanya memiliki satu sumber mata air. Lima mata air adanya di Kuningan. Selebihnya kita memaksimalkan air sungai. Sering terkendala ketika masuk musim kemarau. Debit airnya berkurang. Kami akan memenuhi tuntutan itu. Saya tidak bisa sendiri, dibantu dengan jajaran yang lainnya. Pasti harus solid,” tukasnya (maman suharman)
Editor : JakaPermana

