Bupati Sidoarjo Pastikan Tak Ada Santri Meninggal Akibat Dugaan Keracunan
Bupati Sidoarjo Subandi memastikan tidak ada santri Ponpes Manba'ul Hikam meninggal akibat dugaan keracunan makanan. Ratusan santri dirawat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Sidoarjo-subandi'>Bupati Sidoarjo Subandi memastikan seluruh santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba'ul Hikam Sidoarjo, Jawa Timur, yang menjadi korban dugaan keracunan makanan dan menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit telah mendapatkan penanganan medis dengan baik.
Subandi sekaligus membantah informasi yang menyebutkan adanya santri yang meninggal dunia akibat dugaan keracunan makanan tersebut.
"Tidak ada yang meninggal, semua pasien tertangani dengan baik. Kalau ada berita yang menyatakan ada yang meninggal, itu tidak benar," kata Subandi usai mengunjungi para korban di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Notopuro Sidoarjo, Selasa.
Ratusan santri dirawat di Sejumlah Rumah Sakit
Subandi menyampaikan, sekitar 200 santri mendapatkan perawatan di RSUD Notopuro Sidoarjo.
Sementara itu, sebanyak 15 santri dirawat di RS Delta Surya dan 58 santri lainnya mendapatkan perawatan di RS Islam Siti Hajar Sidoarjo.
Menurut Subandi, seluruh santri yang menjadi korban telah terpantau dan mendapatkan penanganan medis di masing-masing rumah sakit.
Ia memastikan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memantau perkembangan kondisi para santri.
Kondisi Santri Terus Membaik
Subandi mengatakan kondisi para pasien terus menunjukkan perkembangan positif. Sebagian santri bahkan telah diperbolehkan pulang setelah dinyatakan sehat oleh tim medis.
Ia meminta para wali santri dan keluarga tidak khawatir terhadap kondisi para korban.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama pihak rumah sakit, kata Subandi, akan terus memaksimalkan pelayanan dan pengawasan hingga seluruh pasien dinyatakan sembuh.
"Santri yang masih membutuhkan perawatan akan tetap mendapatkan pengawasan dari pihak rumah sakit sebelum diperbolehkan kembali ke rumah," kata Subandi.
Pemerintah daerah memastikan penanganan terhadap para santri terus dilakukan hingga seluruh pasien yang masih menjalani perawatan dapat kembali dalam kondisi sehat.***
Editor : JakaPermana

