Bus Karyawan Tingkatkan Pelayanan Transportasi Buruh dan Pekerja Migran
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat memberikan bus operasional bagi buruh atau karyawan kepada dua daerah. Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kabupaten Indramayu yang mengawali mendapatkan sokongan dari Pemprov Jabar tersebut. Bus karyawan ini diberikan guna meningkatkan pelayanan transportasi buruh dan pekerja migran, pada akhir 2021 lalu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat Rachmat Taufik Garsadi mengatakan, bukan tanpa alasan Bus karyawan ini diberikan kepada dua daerah.
"Indramayu itu kan kantungnya migran kita (Jabar) nah mereka butuh sekali angkutan angkutan baik untuk yang pulang dan pergi (bekerja)," ujar Rachmat, Minggu, 27 Agustus 2023.
Sedangkan untuk KBB, dia mengatakan, diberikan Bus karyawan mengingat terbatasnya akses transportasi menuju tempat kerja. Terlebih, KBB tidak memiliki kawasan industri.
"Sehingga sulit sekali mengangkut buruh atau karyawannya," katanya.
Namun pada saat ini, dia sampaikan, program ini tidak berlanjut seiring hadirnya pandemi Covid-19. Di mana terjadi refocusing anggaran di berbagai sektor, tak terkecuali untuk pengadaan dan operasional Bus karyawan di bawah tupoksi Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar.
"Tapi memang dulu kena covid berhenti anggarannya habis. Sekarang enggak ada lagi," katanya.
Namun di sisi lain, Pemprov Jabar tengah terus mendorong hadirnya apartemen transit yang diprioritaskan bagi buruh. Bersinergi dengan Pemerintah Pusat, saat ini apartemen tersebut sudah berdiri seperti di Padalarang, Rancaekek, Majalaya, Purwakarta dan Ujung Berung Kota Bandung.
Terkini pihaknya akan melakukan peletakan batu pertama untuk apartemen transit buruh di Sukabumi. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini Pemprov Jabar berkolaborasi dengan BPJS.
"Rencananya akan ground breaking tanggal 28. Lahannya milik Pemprov dibangun oleh BPJS, dan nanti murah sekali sewanya, di bawah 400 ribu sebulan. Itu dengan target nantinya buruh itu bisa nabung dan beli rumah," katanya.
Berkaca dari hasil kajian, menurut Rachmat, pendapatan buruh itu habis 30 hingga 40 persen untuk transportasi, baik transportasi dia, anaknya keluarganya. Karena itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mewanti-wanti agar apartemen transit buruh ini bisa berdiri di seluruh kawasan industri yang berada di Jabar.
"Jadi si buruhnya tidak usah naik mobil, angkot, motor. Cukup naik sepeda atau jalan kaki," pungkasnya.***(Rianto Nurdiansyah)
Editor : Ghiok Riswoto

