Butuh Anggaran Rp. 1,8 Triliun untuk Perbaikan 1.368 Bangunan SDN di Kab Bandung
Bupati Bandung Dadang Supriatna akan segera memperbaiki ruang kelas yang ambrol atapnya di SDN Dahniar di Desa Pananjung Kecamatan Cangkuang Kabupaten Bandung, pada Selasa 6 Agustus 2024 kemarin. Perbaikan segera dilakukan mengingat tiga ruang kelas tersebut sangat dibutuhkan oleh para siswa di sekolah tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Soreang- Bupati Bandung Dadang Supriatna akan segera memperbaiki ruang kelas yang ambrol atapnya di SDN Dahniar di Desa Pananjung Kecamatan Cangkuang Kabupaten Bandung, pada Selasa 6 Agustus 2024 kemarin. Perbaikan segera dilakukan mengingat tiga ruang kelas tersebut sangat dibutuhkan oleh para siswa di sekolah tersebut.
"Ruang kelas yang rubuh kemarin akan segera kami perbaiki. Pada anggaran Perubahan 2024, sekarang kan sistemnya sudah e-katalog yah," kata Dadang usai menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Bandung, Kamis 8 Agustus 2024.
Seperti diketahui, pada Selasa malam lalu, atap bangunan ruang kelas di SDN Dahniar amblas ke bawah. Atap bangunan tersebut memang sudah terlihat turun karena beberapa kayu penyangga atapnya patah. Selain yang telah ambrol atapnya, dua ruang kelas lainnya yang biasa ditempati oleh para siswa kelas 1 dan 3 itu juga terancam ambrol karena telah lapuk dimakan usia.
Menurut Dadang, secara umum memang banyak bangunan sekolah, terutama SDN di Kabupaten Bandung yang membutuhkan peremajaan atau rehabilitasi. Berdasarkan hasil analisa tim konsultan, bangunan SDN yang mengalami kerusakan dengan katagori sedang, ringan dan berat yakni sebanyak 1.368 SDN.
"Kebutuhannya sekitar Rp. 1,8 triliun. Itu tidak bisa dihindari karena memang banyak kebutuhan dengan kerusakan berat, sedang dan ringan," ujarnya.
Besarnya kebutuhan untuk rehabilitasi bangunan sekolah SDN ini, kata Dadang, maka pihaknya menjadikan kebutuhan ini salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Bandung. Jika kebutuhan sebesar Rp 2,8 triliun, maka rata-rata pertahun harus dianggarkan sebesar Rp. 400 miliar.
"Kalau empat tahun kedepan berarti pertahunnya sekitar Rp. 400 miliar itu bangunan lama semua. Dan itu baru bangunan SD saja,belum termasuk kebutuhan untuk SMP," katanya.***
Editor : JakaPermana

