Buya Yahya Jelaskan Ciri-ciri Orang yang Merugi Saat Bulan Ramadhan

Buya Yahya menjelaskan ciri-ciri orang yang merugi saat bulan suci Ramadhan dan ungkap solusinya.

Buya Yahya Jelaskan Ciri-ciri Orang yang Merugi Saat Bulan Ramadhan
Ciri orang yang merugi saat bulan Ramadhan

INILAHKORAN - Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Menurut Buya Yahya, bulan suci ini merupakan kesempatan bagi umat Muslim untuk meraih keberuntungan dengan meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Namun, tidak semua orang mampu memanfaatkan keistimewaan Ramadhan dengan baik. Buya Yahya menyampaikan bahwa masih banyak yang melewatkan bulan suci ini tanpa perubahan dalam diri mereka.

"Jika seseorang telah melalui Ramadhan tetapi sifat dan kebiasaannya tetap seperti sebelumnya, tanpa ada peningkatan dalam ibadah dan kebaikan, maka ia termasuk golongan yang merugi," ungkapnya melalui kanal YouTube Al Bahjah TV, Senin, 3 Maret 2025.

Ciri-ciri Orang yang merugi di Bulan Ramadhan

Buya Yahya menjelaskan bahwa salah satu tanda seseorang termasuk golongan yang merugi adalah ketika mereka tidak merasakan kerinduan terhadap datangnya Ramadhan. Mereka tidak menyadari kemuliaan bulan ini serta keutamaan yang terkandung di dalamnya.

Bahkan, ada yang hanya menjalani Ramadhan tanpa ada perubahan berarti—tidak menambah amal kebaikan maupun mengurangi perbuatan maksiat.

"Ramadhan hanya dilewati begitu saja tanpa ada tambahan kebaikan yang dilakukan, tanpa ada pengurangan kemaksiatan," tegasnya.

Orang yang tidak menghargai bulan Ramadhan dan tidak berusaha meningkatkan ibadah mereka akan kehilangan banyak keberkahan. Selama mereka tidak berusaha berubah dan tetap meremehkan ibadah di bulan ini, maka mereka benar-benar telah mengalami kerugian besar.

Solusi agar Tidak Termasuk Golongan yang merugi

Untuk menghindari kondisi tersebut, Buya Yahya menekankan pentingnya beristighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT. Dengan istighfar, seseorang dapat lebih menyadari kesalahannya dan menjauhkan diri dari kemaksiatan yang dapat menghalangi datangnya hidayah.

"Maka sadari siapa pun dari kita. Jika kita ingin berbuat baik kok susah, sesungguhnya adalah karena dosa-dosa kita," tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa para ulama berpendapat, salah satu bentuk hukuman Allah terhadap hamba-Nya adalah ketika seseorang merasa sulit untuk melakukan kebaikan. Oleh karena itu, memperbanyak istighfar dan meningkatkan kualitas ibadah selama Ramadhan adalah langkah terbaik agar tidak tergolong sebagai orang yang merugi.

Dengan memahami keutamaan Ramadhan dan memanfaatkannya sebaik mungkin, seorang Muslim dapat meraih keberuntungan yang hakiki, yaitu mendapatkan ampunan dan rahmat dari Allah SWT.


Editor : Firda Rachmawati