Buya Yahya Jelaskan Hukum Berbuka Puasa Tanpa Mendengar Adzan Maghrib
Buya Yahya menjelaskan tentang hukum berbuka puasa hanya dengan mengacu pada jam, bukan adzan maghrib.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Menjelang bulan suci Ramadhan, umat Islam mulai bersiap untuk menjalankan ibadah puasa.
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah tentang keabsahan berbuka puasa bagi mereka yang tidak bisa mendengar suara adzan Maghrib.
Apakah boleh hanya mengandalkan jam tangan atau ponsel sebagai acuan?
Buya Yahya, seorang ulama terkemuka, memberikan penjelasan mengenai hal ini dalam salah satu ceramahnya yang dikutip dari kanal YouTube Al-Bahjah TV.
Menurutnya, berbuka puasa tanpa memastikan waktu yang akurat dapat berisiko terhadap sahnya ibadah puasa yang dijalankan.
Bolehkah Berbuka puasa Hanya Berdasarkan Jam?
Dalam kehidupan modern, banyak orang mengandalkan jam atau ponsel untuk menentukan waktu berbuka puasa, terutama bagi mereka yang berada di tempat di mana suara adzan Maghrib tidak terdengar. Namun, Buya Yahya menegaskan bahwa seorang mukmin tidak boleh hanya berasumsi mengenai waktu berbuka tanpa dasar yang kuat.
"Enggak boleh itu, Anda harus berdasarkan pada apa yang bisa dipercaya," ungkapnya.
Pernyataan ini mengingatkan umat Islam agar berhati-hati dalam menentukan waktu berbuka.
Pentingnya Mengandalkan Sumber yang Terpercaya
Dalam Islam, waktu berbuka puasa dimulai saat matahari terbenam, yang biasanya ditandai dengan berkumandangnya adzan Maghrib. Oleh karena itu, jika seseorang tidak dapat mendengar adzan, dianjurkan untuk memastikan waktu berbuka dengan sumber yang benar-benar dapat dipercaya, seperti jadwal resmi dari lembaga keagamaan atau aplikasi yang akurat dalam menampilkan waktu salat.
Jadwal puasa Ramadhan sendiri dimulai dari waktu imsak sebelum Subuh hingga Maghrib tiba. Berbuka puasa, atau dalam bahasa Arab disebut ifthar, merupakan bagian penting dari ibadah puasa.
Rasulullah SAW bahkan menganjurkan umat Islam untuk segera berbuka setelah masuk waktu Maghrib, sebagaimana sabdanya:
"Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR. Bukhari & Muslim)
Editor : Firda Rachmawati

