Cara Merawat Pertemanan Supaya Jadi Penolong di Akhirat, Ustadzah Haneen Akira: Allah juga Ridhoi Kamu

Ustadzah Haneen Akira menjelaskan cara merawat pertemanan supaya menjadi penolong di akhirat dan Allah juga meridhoinya.

Cara Merawat Pertemanan Supaya Jadi Penolong di Akhirat, Ustadzah Haneen Akira: Allah juga Ridhoi Kamu
Ustadzah Haneen Akira ungkap satu amalan yang mengundang pertolongan Rasulullah di hari kiamat kelak.

INILAHKORAN, Bandung- Ada pepatah mengatakan bahwa dirimu tergantung dari 5 teman baikmu. Artinya kualitas kita tergantung pada lingkungan perteman kita sendiri.

Dalam Islam pun dijelaskan jika ingin menjadi hamba yang sholeh, maka bergaulah dengan lingkungan pertemanan yang sholeh pula.

Setelah mendapatkan teman yang sholeh, tugas berikutnya adalah merawat pertemanan itu dengan cara yang Allah sukai, kata Ustadzah Haneen Akira dalam akun Tiktok @haneenakira.

Baca Juga: Inilah Delapan Resep Roti Bebas Gluten dari Sagu, Lezatnya dan Sehatnya Terjaga!

“Rawat pertemananmu dengan ungkapkan isi hatimu karena Allah,” jelas Ustadzah Haneen Akira.

Perpanjang tali silaturahmi dengan pertemuan dengan teman. Japri teman dengan ungkapan sayang dan rindu karena Allah SWT.

“Jadi bilang aja, aku menyangimu karena Allah SWT, semua dilakukan untuk tujuannya ridho Allah,” tambahnya.

Pertemanan yang baik juga bisa menjadi jalan untuk kita masuk surga. Nanti mereka yang melihat kita mengerjakana amalan sholeh akan bersaksi dihadapan Allah.

Baca Juga: 3 Ciri Laki-laki yang Sudah Siap Menikah, Buya Yahya: Harus Dilihat dari Perubahan Sikap yang Baik

Jika sudah menemukan lingkungan pertemanan yang sholeh, jangan di sia-siakan tapi rawat dengan pertemuan.

“Lebih bagus jika pertemuan tersebut dilakukan dengan menghadiri kajian taklim,” lanjutnya.

Semakin positif hal-hal yang dilakukan, maka semakin banyak juga hidayah Allah yang turunkan.

Baca Juga: Orang Tua Wajib Coba Cara Ini untuk Hadapi Anak yang Berpacaran, Buya Yahya: Wali Harus Tanyakan Kepastian

Hindari pertemuan yang isinya hanya menggunjing atau ghibah orang lain. Selain tidak sehat, itu juga jadi faktor penambah dosa bagi kita.***(Lia Kamilah)


Editor : inilahkoran