Cegah Prilaku Anak Menyimpang Jadi Alasan Dedi Mulyadi Libatkan TNI-Polri di MPLS

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan alasannya, kala melibatkan unsur TNI-Polri di masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) jenjang SMA dan SMK yang dimulai pada pekan ini.

Cegah Prilaku Anak Menyimpang Jadi Alasan Dedi Mulyadi Libatkan TNI-Polri di MPLS
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan alasannya, kala melibatkan unsur TNI-Polri di masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) jenjang SMA dan SMK yang dimulai pada pekan ini.

INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan alasannya, kala melibatkan unsur TNI-Polri di masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) jenjang SMA dan SMK yang dimulai pada pekan ini.

Dedi mengatakan, keterlibatan TNI-Polri bertujuan untuk mengajarkan kedisiplinan kepada para siswa. Dimana pendidikan ini sejatinya memang kata dia, ada di ranah TNI-Polri.

"Iya gak apa-apa, ngajarin upacara baris berbaris, sikap sempurna pendidikan kedisplinan yang punya TNI Polri dan kemudian ketertiban lalu lintas," ujar Dedi di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Senin 14 Juli 2025.

Selain itu, kepatuhan anak di jalan raya, ketika berlalulintas juga menjadi rangkaian yang turut disiplinkan oleh unsur TNI-Polri. Sebab tidak sedikit prilaku menyimpang anak terjadi di jalan.

"Geng motor itu kan rata-rata anak-anak remaja dan itu harus kita mulai pembinaan dari sekolah. Makanya TNI-Polri dilibatkan, untuk melakukan pencegahan dini, terhadap berbagai perilaku menyimpang yang dialami oleh anak-anak sekolah," ucapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jabar Herman Suryatman menuturkan, melalui konsolidasi pada rapat koordinasi MPLS dan sinergi program pendidikan karakter gapura Panca Waluya Jawa Barat istimewa di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Kota Bandung, Kamis 10 Juli 2025, diharapkan mampu mewujudkan target yang diusung.

Dimana kata Sekda Herman, Kodam III Siliwangi dan Kodam Jaya dilibatkan, dalam menghadapi MPLS, yang mana ini juga tindaklanjut dari kesepakatan antara Gubernur Dedi Mulyadi dengan Kasad Maruli Simanjutak beberapa waktu lalu.

"Tentu nanti Kodim akan mengorkestrasi Koramil bahkan Babinsa, untuk bahu-membahu agar semua SMA-SMK negeri pada saat MPLS nanti didampingi oleh bapak-bapak TNI," ujar Sekda Herman.

Para anggota TNI nanti lanjut dia, akan memberikan motivasi, inspirasi dan pendampingan agar para siswa baru lebih semangat bersekolah.

"Dan kami berharap tadi MPLS bukan hanya masa orientasi, anak-anak beradaptasi. Tapi juga menjadi magic moment anak-anak punya tekad untuk menjadi generasi Panca Waluya," ucapnya.

Meski waktunya singkat hanya lima hari kata Sekda Herman, bila efektif maka akan memunculkan jiwa kebangsaan dalam diri siswa.

"Untuk apa? Untuk menjadi generasi Panca Waluya. Generasi yang cager, yang bager, yang bener, yang pinter dan singer. Jadi desainnya, standarnya dari Disdik," kata dia.

Selain itu, dia juga menegaskan keterlibatan TNI dalam MPLS ini bukan untuk memberikan pendekatan militer kepada siswa. Namun untuk menguatkan pengetahuan siswa akan bela negara dan kebangsaan. 

"Agar mereka punya tekad, bahwa masa depan itu harus dijemput dan yang bisa menjemput masa depan adalah pemimpin yang berkarakter. Karakternya tadi, karakter Panca Waluya," imbuhnya.

Nanti di sekolah lanjut dia, akan ada 2-3 orang anggota TNI yang mendampingi MPLS. Selain itu, tidak menutup kemungkinan juga akan melibatkan anggota kepolisian.

"Ini masih di mapping, mungkin sekitar dua orang ya. Nanti kita lihat seperti apa potensinya, ini lagi dibicarakan antara Disdik dengan TNI. Kurang lebih 2-3 orang. Dengan Polri juga. Nah hari ini kita konsolidasi dengan teman-teman TNI," tandasnya.***


Editor : JakaPermana