Chelsea 0-2 Tottenham: Sengatan Spurs
PELAN tapi pasti, performa Totteham Hotspurs semakin ‘menyengat’. Chelsea jadi korban teranyar setelah dipaksa takluk di kandangnya sendiri.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Bsafaat
Tottenham bertamu ke Stamford Bridge dalam lanjutan Liga Primer Inggris, Minggu (25/10) dini hari WIB. Sebuah lawatan yang selama ini kerap berujung kekalahan.
Bagi pendukung The Lilywhites, menyeberang ke London Barat selalu terasa seperti ritual penuh kecemasan.
Sejarah mencatat betapa angkuhnya Stamford Bridge bagi armada London Utara.
Namun, malam itu, di bawah guyuran hujan yang tak henti-hentinya membasahi rumput, takdir itu ditulis ulang dengan tinta yang berbeda.
Di bawah mistar gawang Chelsea, berdirilah Mike Penders, seorang pemuda Belgia yang memikul beban luar biasa menggantikan Emiliano Martínez yang cedera.
Sepanjang babak pertama, ia adalah pahlawan. Tangannya yang kokoh terbang menghalau tembakan demi tembakan, menjaga asa publik tuan rumah.
Menit ke-77, sebuah sepak pojok melengkung dari Mateus Fernandes. Penders melompat, berniat meninju bola menjauh dari bahaya. Namun, di bawah tekanan fisik Jan Paul van Hecke dan licinnya atmosfer malam itu, tinjuannya meleset. Bola justru bersarang ke jalanya sendiri.
Dalam hitungan detik, pahlawan itu tertunduk. Wajahnya yang basah oleh keringat dan air hujan tak mampu menyembunyikan rasa frustrasi yang mendalam. Lapangan hijau baru saja memperlihatkan sisi paling dinginnya kepada seorang kiper muda.
Lapangan Stamford Bridge semakin berubah menjadi arena yang sarat dengan ketegangan emosional saat Cole Palmer, jimat kesayangan publik Stamford Bridge, kehilangan ketenangannya.
Setelah terlibat friksi panas dengan para pemain Spurs dan De Zerbi, Palmer menerima kartu merah di menit ke-80 setelah melanggar mantan kapten Chelsea sendiri, Conor Gallagher, yang kini berseragam putih.
Melihat Palmer berjalan gontai menuju lorong ganti adalah pemandangan yang surreal. Sang bintang diusir di rumahnya sendiri, di depan ribuan mata yang terperangah.
Sementara itu, Gallagher berdiri di tengah lapangan, mengenakan warna rival dengan keteguhan hati. Bagi Gallagher, malam itu bukan sekadar taktik; ini adalah tentang pembuktian profesionalisme di hadapan publik yang dulu memujanya.
Saat Chelsea bermain dengan 10 orang dan berjuang melawan waktu, muncullah Mathys Tel.
Pemuda Prancis ini memahat CHELSEA 0-2 TOTTENHAM PELAN tapi pasti, performa Totteham Hotspurs semakin ‘menyengat’. Chelsea jadi korban teranyar setelah dipaksa takluk di kandangnya sendiri.
momen magisnya sendiri di menit ke-87. Merebut bola jauh di wilayah pertahanannya, ia berlari.
Bukan sekadar berlari, tapi menerjang badai keputusasaan Chelsea.
Dengan aksi individu yang brilian, Tel melewati kepungan bek lawan dan melepaskan tembakan mendatar dari jarak 18 meter. Saat bola menggetarkan jaring gawang Penders untuk kedua kalinya, Stamford Bridge seketika hening, kecuali di satu sudut tribun tandang yang meledak dalam kegembiraan yang histeris.
Tel berlari ke arah bangku cadangan, melompat ke pelukan Roberto De Zerbi yang merayakannya dengan emosi meluapluap.
Hasil ini membuat Spurs menorehkan kemenangan langka. Pasukan Roberto De Zerbi akhirnya meraih tiga poin di kandang lawan, menjadi kemenangan kedua sejak 1986.
Kemenangan pertama terjadi pada musim 2017/2018, saat menang Tottenham Hotspur 3-1 atas Chelsea di Stamford Bridge.
kini, kemenangan tanpa kebobolan bahkan jadi yang perdana, setelah kemenangan serupa pada 1986 atau 40 tahun, demikian dilansir Opta.
“Ini momen yang sangat istimewa karena kami sudah berkali-kali bertandang ke Chelsea tapi belum pernah menang.
Kami menunjukkan mental yang hebat hari ini dan kami harus menikmati kemenangan ini,” kata penyerang Spurs, Mathys Tel, kepada Sky Sport.
Ini juga menjadi kemenangan kedua Tottenham Hotspur, membuat pasukan London Utara kini mengemas 9 poin dari 8 laga, dan sementara naik ke posisi 12 di klasemen Liga Inggris. Sementara Chelsea tertahan di peringkat empat dengan 13 poin.
Soal Blunder Sementara itu, Manajer Chelsea Xabi Alonso enggan menyalahkan kiper Mike Penders yang mencetak own goal. Ia menilai blunder itu hal yang bisa terjadi pada siapa saja.
“Inilah sepak bola. Ini tentang melakukan hal-hal hebat dan menghadapi momen-momen sulit.
Kami akan mendukung Mike.
Kami bersatu melalui momenmomen seperti ini,” ujarnya kepada BBC usai laga.
Lebih lanjut, Alonso menegaskan timnya memang tampil tak sesuai harapan. Jadi ini memang bukan hanya kesalahan satu orang, melainkan tim secara keseluruhan.
“Kami semua bertanggung jawab atas hasil dan performa hari ini. Hari ini kami tidak tampil dalam performa terbaik. Menurut saya, di babak kedua, jalannya laga cukup seimbang dan bisa saja berakhir dengan hasil berbeda.
Begitu kami kebobolan gol pertama, ditambah lagi dengan kartu merah, situasinya menjadi sulit,” ujar Alonso. (bsf )
Editor : Inilahkoran
