Cibinong Raya di Tangan, Relawan Rudy Susmanto Mulai 'Perang' di Wilayah Perbatasan Bogor
Relawan Bogor Istimewa pendukung Rudy Susmanto terus mengepakkan sayap. Kini mereka menyasar wilayah perbatasan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cibinong – Relawan Bogor Istimewa pendukung Rudy Susmanto terus mengepakkan sayap. Kini mereka menyasar wilayah perbatasan.
Relawan Bogor Istimewa besutan Bambang Setiawan ini terus membuat simpul-simpul relawan. Tujuannya satu, memenangkan Rudy Susmanto pada Pilbup Bogor 2024.
Setelah wilayah Cibinong Raya, mereka membentuk simpul di ujung timur perbatasan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur, tepatnya di Kecamatan Sukamakmur.
Dengan terbentuknya simpul Relawan Bogor Istimewa di Kecamatan Sukamakmur, Bambang Setiawan meminta bisa mensosialisasikan Rudy Susmanto sebagai calon bupati pada Pilbup Bogor 2024.
“Kepada Relawan Bogor Istimewa wilayah Sukamakmur yang hari ini sudah terbentuk, saya minta mensosialisasikan sosok Cabup Bogor Rudy Susmanto,” ungkap Bambang Setiawan kepada wartawan, Rabu, 7 Agustus 2024.
Bambang Setiawan mengharapkan bahwa masyarakat di Kecamatan Sukamakmur, tidak salah dalam memilih pemimpin, saat pencoblosan ajang Pilbup Bogor 2024 pada Rabu, 27 November mendatang.
“Masyarakat Sukamakmur jangan salah dalam memilih pasangan Cabup-Cawabup Bogor 2024. Sosok yang tepat ialah Rudy Susmanto yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bogor,” harapnya.
Rudy Susmanto sendiri bakal diusung oleh koalisi yang dipimpin Gerindra. Ada kemungkinan mereka akan bergandengan tangan dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Rudy Susmanto sendiri sebelumnya sudah bertemu dengan Elly Yasin, politisi PPP yang disebut-sebut berpeluang mendampinginya di Pilbup Bogor 2024.
Jika koalisi ini terwujud, maka ini menjadi ulangan Pilbup Bogor 2018. Saat itu, kedua parpol juga berkoalisi mengusung pasangan cabup-wabup Bogor.
Hanya saja, posisinya yang berbeda. Kala itu, Ade Yasin dari PPP menjadi cabup dan kader Gerindra Iwan Setiawan jadi cawabup.
Koalisi ini akhirnya memenangkan kontestasi. Sayangnya, Ade Yasin tak sampai menyelesaikan tugas lima tahun. Di tengah jalan, dia dicokok KPK karena menyuap auditor BPK. (*)
Editor : Zulfirman

