INILAH, Bogor - Wali Kota Bogor
Bima Arya meminta masyarakat dibantaran sungai dari Bogor hingga Jakarta agar bersiaga. Hal itu dikarenakan Tinggi Muka Air (TMA) Bendung Katulampa sempat siaga 1 dan intensitas hujan Bogor sekitarnya masih cukup tinggi.
"Semal saya meninjau langsung kondisi Sungai
Ciliwung di Bendung Katulampa Bogor usai berstatus Siaga 1. Jika Sungai
Ciliwung meluap hingga berstatus Siaga 1, maka akan berdampak pada 12 kelurahan di perlintasan Sungai
Ciliwung menuju Jakarta. Curah hujan cukup lama dari sore hingga malam kemarin, kami pantau dan magrib saya mendapat laporan sudah siaga 1. Nah kalau sudah siaga 1 sudah serius, karena dampaknya berada di 12 kelurahan di perlintasan
Ciliwung menuju Jakarta," ungkap
Bima Arya di Botani Square pada Senin 1o Oktober 2022 siang.
Bima melanjutkan, sebelumnya TMA Sungai
Ciliwung mencapai 220 centimeter dan berstatus Siaga 1, kini turun menjadi 50 centimeter. Untuk bendungan berstatus siaga 3 dimulai pukul 21.00 WIB dan terus turun hingga siaga 4.
"Namun alhamdulillah hujan sudah turun dan sekarang kembali ke siaga 4 Senin (10/10/2022) siang," tuturnya.
Bima menegaskan, meskipun sudah surut, status Siaga 1 di Bendung Katulampa Bogor berlangsung selama 1 jam, maka luapan Sungai
Ciliwung akan berdampak banjir untuk wilayah Jakarta.
"Tetapi bagaimanapun kalau siaga 1-nya berlangsung selama satu jam, apalagi kalau curah hujannya merata ada dampaknya ke Jakarta," tegasnya.
"Jadi ini untuk warning di semua wilayah sekitar
Ciliwung dan saudara-saudara kita di Jakarta. Kota Bogor kami siap siagakan untuk mengantisipasi banjir ini," terang Bima.
Sementara itu, Kepala Petugas jaga Bendung Katulampa Andi Sudirman membeberkan, saat ini TMA
Ciliwung turun menjadi 50 centimeter dan berstatus Siaga 4. Penurunan TMA
Ciliwung terjadi sejak pukul 20.00 WIB dengan ketinggian 200 centimeter dan berstatus Siaga 2.
"TMA
Ciliwung pukul 21.00 WIB turun jadi 140 centimeter, status Siaga 3 dan hingga siang ini 50 centimeter dengan status siaga 4," tuturnya. (Rizki Mauludi)