Cimahi Perluas Skrining TB ke PNS, Upaya Putus Rantai Penularan

Pemkot Cimahi gencarkan skrining TB di kalangan PNS sebagai upaya memutus rantai penularan.

Cimahi Perluas Skrining TB ke PNS, Upaya Putus Rantai Penularan
Pemkot Cimahi gencarkan skrining TB di kalangan PNS sebagai upaya memutus rantai penularan. (Ilustrasi)

INILAHKORAN.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi bakal melaksanakan skrining Tuberkulosis atau TB bagi para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungannya pada 30-31 Maret 2026.

Rencana skrining TB tersebut merupakan lanjutan dari kegiatan yang dilakukan Dinkes Kota Cimahi pada Senin (16/3/2026).

Pemkot Cimahi menggelar skrining TB bagi aparatur pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya aktif memutus rantai penularan penyakit yang masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan produktivitas masyarakat. 

Dalam skrining tersebut, 100 pegawai dari Dinas Kesehatan dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) menjadi sasaran pemeriksaan yang meliputi penjaringan gejala, pemeriksaan klinis, serta foto toraks menggunakan perangkat portable X-ray. 

Pendekatan ini mengacu pada strategi Active Case Finding (ACF) yang bertujuan mendeteksi kasus sejak dini sebelum menyebar ke lingkungan sekitar.
 
Hasil pemeriksaan menunjukkan sebanyak 50 peserta teridentifikasi sebagai kontak erat dengan pasien TB. Mereka segera diberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) untuk mencegah perkembangan infeksi menjadi TB aktif.
 
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, Mulyati menilai, langkah deteksi dini di luar fasilitas kesehatan menjadi kunci dalam pengendalian TB

"TB dapat menyebar dengan cepat jika tidak ditangani tepat waktu. Dengan memperluas skrining ke tempat kerja, kita berharap menemukan kasus lebih awal sehingga pengobatan dapat segera dilakukan dan penularan bisa dicegah," kata Mulyati. 
 
Tak hanya fokus pada TB, kata Mulyati, kegiatan ini juga menyertakan layanan cek kesehatan komprehensif secara gratis. Peserta dapat melakukan pengukuran antropometri (berat badan, tinggi badan, lingkar perut), pemeriksaan kadar gula darah dan kolesterol.

"Termasuk konsultasi terkait faktor risiko penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi," sebutnya.
 
Selain sebagai upaya deteksi, lanjut Mulyati, kegiatan ini juga sebagai sarana edukasi bagi aparatur mengenai gejala, pencegahan, dan pentingnya pengobatan TB hingga tuntas. 

"Dinas Kesehatan Kota Cimahi berencana melanjutkan skrining pada tanggal 30 dan 31 Maret mendatang dengan sasaran pegawai dari perangkat daerah lainnya," ucapnya.
 
Menurutnya, pengendalian TB dinilai memiliki peran krusial dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Sekaligus menjadi bagian dari persiapan generasi sehat dan produktif untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045," tegasnya. ***


Editor : Gin gin T Ginulur