Cuaca Ekstrem di Jabar, Waspada Banjir, Longsor dan Pohon Tumbang

Sejumlah wilayah terdampak cuaca ekstrem yang memicu bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, hingga pohon tumbang di beberapa daerah.

Cuaca Ekstrem di Jabar, Waspada Banjir, Longsor dan Pohon Tumbang
ilustrasi bencana/istimewa

INILAHKORAN.ID - Sejumlah wilayah terdampak Cuaca Ekstrem yang memicu bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, hingga pohon tumbang di beberapa daerah, pada Kamis (2/4/2026).

Adapun bencana hidrometeorologi terjadi di Kabupaten Bandung, Kabupaten Cianjur, Kota Bandung, dan Kota Tasikmalaya setelah hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat mengguyur beberapa wilayah tersebut.

Di Kabupaten Bandung, longsor terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di Kampung Neglasari, Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari. Material tanah dan lumpur yang terbawa aliran air hujan mengalir hingga ke jalan raya dan menghambat akses kendaraan karena endapan lumpur yang cukup tebal di sekitar lokasi kejadian. 

Sementara itu di Kabupaten Cianjur, longsor dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.15 WIB di Kampung Awilarangan, Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekbrong. Hujan deras yang turun sejak pukul 13.00 WIB menyebabkan saluran irigasi meluap dan menggerus tebing setinggi sekitar dua meter. Akibatnya dua dapur rumah warga tertimpa material longsor dan pagar halaman rumah lainnya mengalami kerusakan. 

Di Kota Bandung, hujan deras yang berlangsung sekitar satu jam memicu banjir di kawasan Jati Permai sekitar pukul 14.00 WIB. Luapan Sungai Citepus menyebabkan air menggenangi sejumlah akses jalan di permukiman warga di bantaran sungai sehingga menghambat aktivitas masyarakat dan lalu lintas kendaraan. 

Sementara itu di Kota Tasikmalaya, banjir dan pohon tumbang dilaporkan terjadi di beberapa kecamatan seperti Cihideung, Cibeureum, Cipedes, dan Purbaratu akibat hujan deras yang memicu banjir limpasan di beberapa titik. 

Data pengamatan menunjukkan curah hujan di wilayah terdampak tergolong tinggi. Di Kota Bandung tercatat curah hujan mencapai 49,4 mm per hari yang termasuk kategori hujan sedang, sementara di Kota Tasikmalaya curah hujan mencapai 103 mm per hari yang masuk kategori hujan sangat lebat.

Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu menjelaskan bahwa kondisi atmosfer pada periode tersebut memang mendukung terbentuknya awan hujan yang signifikan di wilayah Jawa Barat

Ia mengatakan bahwa suhu muka laut yang relatif hangat meningkatkan suplai uap air ke atmosfer sehingga memicu pembentukan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan lebat.

“Kondisi atmosfer di wilayah Jawa Barat saat ini dipengaruhi oleh suhu muka laut yang hangat, kelembapan udara yang tinggi, serta adanya belokan angin dan aktivitas gelombang atmosfer. Kombinasi faktor tersebut mendukung pertumbuhan awan konvektif yang dapat memicu hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang,” ujar Teguh Rahayu, saat dihubungi, Jumat (3/4/2026).

Analisis dinamika atmosfer juga menunjukkan kelembapan udara di lapisan 850 hingga 500 milibar berada pada kisaran 50 hingga 95 persen dengan tingkat labilitas atmosfer kategori sedang hingga kuat. 

Kondisi ini memperbesar potensi terbentuknya awan konvektif skala lokal yang dapat berkembang cepat dan menghasilkan hujan lebat. Selain itu, citra radar cuaca memperlihatkan pertumbuhan awan konvektif sejak menjelang siang hari yang kemudian meluas ke sebagian besar wilayah Jawa Barat hingga malam hari. 

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi Cuaca Ekstrem terutama pada sore hingga malam hari, khususnya di daerah dengan topografi curam atau rawan longsor serta wilayah dataran rendah di sekitar aliran sungai yang berpotensi mengalami genangan atau banjir. 

Dalam beberapa hari ke depan, potensi hujan masih diprakirakan terjadi secara lokal di wilayah Kabupaten dan Kota Bandung, Kabupaten Cianjur, serta Kota Tasikmalaya. 

BMKG juga mengimbau masyarakat agar memperhatikan tanda-tanda cuaca buruk seperti munculnya awan gelap menjulang tinggi yang dapat menjadi indikasi awan cumulonimbus, serta menghindari tempat terbuka, pohon besar, dan bangunan tidak kokoh saat terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.


Editor : JakaPermana