Cuaca Hujan Tinggi, Rumah-rumah di Sumedang Rusak Akibat Pergeseran Tanah
Pergeseran tanah dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Sumedang
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul pergeseran tanah yang masih terus terjadi di Desa Karyamukti, Kecamatan Tomo. Bencana tersebut menyebabkan tiga rumah warga mengalami kerusakan berat.
Kepala Pelaksana BPBD Sumedang, Bambang Rianto, mengatakan bahwa rumah-rumah yang terdampak dihuni oleh tiga kepala keluarga dengan total enam jiwa. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
pergeseran tanah dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.
Pergerakan tanah pertama kali terdeteksi pada Senin 2 Februari sekira pukul 05.00 WIB dan terus berkembang hingga mencapai panjang sekitar 15 meter dengan ketinggian kurang lebih 10 meter.
Dekat Sungai Cipeles, Kondisi Tanah Makin Labil
BPBD menyebut lokasi pergeseran tanah berada di sekitar aliran Sungai Cipeles, dengan jarak sekitar 40 meter dari titik kejadian. Tingginya debit air sungai setelah hujan deras diduga turut memperparah kondisi tanah dan mempercepat pergerakan.
Tanah yang labil membuat sejumlah bangunan tidak mampu menahan tekanan, sehingga mengalami kerusakan parah akibat pergeseran yang terjadi secara tiba-tiba.
BPBD Kabupaten Sumedang telah menerjunkan tim ke lokasi bencana untuk melakukan pendataan dampak, memastikan kondisi warga terdampak, serta mengantisipasi kemungkinan pergeseran tanah lanjutan.
“Kondisi tanah hingga saat ini masih bergerak. Warga perlu meningkatkan kewaspadaan,” ujar Bambang.
Sebagai langkah pencegahan, BPBD juga mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana untuk selalu waspada, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi.
Editor : Firda Rachmawati

