Hujan Mulai Reda, Dedi Mulyadi Pacu Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Jabar
Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali mengakselerasi pembangunan infrastruktur, setelah intensitas hujan mulai reda
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali mengakselerasi pembangunan infrastruktur, setelah intensitas hujan di sejumlah wilayah mulai menurun.
Momentum ini dimanfaatkan untuk mengejar ketertinggalan proyek yang sebelumnya tertahan akibat cuaca ekstrem.
“Hujan sudah mulai reda, turunnya mulai beraturan, saatnya pemerintah provinsi menggenjot kembali pembangunan,” ujar Dedi, Rabu 4 Februari 2026.
percepatan pembangunan tersebut difokuskan pada sektor-sektor strategis yang langsung bersentuhan dengan kepentingan publik. Salah satu prioritas utama adalah, perbaikan dan pembangunan jaringan jalan provinsi di seluruh wilayah Jawa Barat, guna memperlancar mobilitas warga dan distribusi ekonomi.
Selain infrastruktur jalan, Pemprov Jabar juga kembali menggarap pemasangan dan perbaikan penerangan jalan umum (PJU), terutama di ruas-ruas jalan yang selama ini minim pencahayaan atau mengalami kerusakan.
Pada sektor layanan dasar, Dedi memastikan pembangunan fasilitas kesehatan dan pendidikan kembali dilanjutkan. Pemprov Jabar menargetkan penyelesaian pembangunan rumah sakit, penambahan ruang kelas baru, hingga pembangunan sekolah baru di sejumlah daerah yang membutuhkan.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya bagi warga miskin. Program pemasangan jaringan listrik bagi rumah tangga yang belum memiliki sambungan akan kembali dijalankan, bersamaan dengan upaya memastikan ketersediaan air bersih di berbagai wilayah.
Namun, di tengah agenda percepatan pembangunan tersebut, Dedi menyoroti persoalan krusial yang dinilainya paling mendesak, yakni masih banyaknya tanggul milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Perum Jasa Tirta (PJT) yang jebol. Kondisi itu disebut menjadi pemicu utama banjir di sejumlah daerah.
“Itu menimbulkan banjir di wilayah Bekasi, wilayah Karawang, wilayah Subang, dan sebagian wilayah Indramayu,” ucapnya.
Dedi menegaskan, seluruh program pembangunan harus dilaksanakan secara serius dan bertanggung jawab. Ia juga mengajak masyarakat untuk turut mengawasi jalannya pembangunan agar hasilnya berkualitas dan benar-benar memberi manfaat.
“Untuk itu semua harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan pada seluruh warga untuk terus mengawasi pembangunan yang ada di Jawa Barat. Agar pembangunannya berkualitas, bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Jawa Barat,” katanya.
Selain itu, Dedi mengajak seluruh elemen untuk terus bekerja bersama demi kepentingan masyarakat luas.
“Untuk itu saya mengucapkan terima kasih pada semuanya. Mari terus bekerja. Bekerja bersama untuk kepentingan keluarga. Kepentingan warga dan kepentingan negara,” tutupnya. ***
Editor : JakaPermana

