Dadang Supriatna: Pemerintahan Kabupaten Bandung Gelontorkan Anggaran Rp1 Triliun untuk Desa dan Kelurahan
Pemerintahan Kabupaten Bandung mengalokasikan anggaran bantuan keuangan desa pada tahun 2025 ini dengan angka fantastis. Angka ini melonjak signifikan dari tahun sebelumnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Soreang - Pemerintahan Kabupaten Bandung mengalokasikan anggaran bantuan keuangan desa pada tahun 2025 ini dengan angka fantastis. Angka ini melonjak signifikan dari tahun sebelumnya.
Tak tanggung-tanggung, Pemkab Bandung diakui Dadang Supriatna akan menggelontorkan anggaran Rp1 triliun lebih. Anggaran itu akan disalurkan bagi 270 desa dan 10 kelurahan di Kabupaten Bandung.
"Insyaallah tahun anggaran 2025 ini saya akan alokasikan anggaran bantuan desa sebesar Rp1 triliun lebih," kata Bupati Bandung Dadang Supriatna di Soreang, Selasa 4 Februari 2025.
Dadang Supriatna menyebutkan, pengalokasian anggaran sebesar Rp1 triliun itu bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa, peningkatan infrastruktur desa hingga pengembangan potensi desa serta mendukung program prioritas lainnya.
Selain itu, anggaran bantuan desa juga diperuntukkan untuk siltap perangkat desa, insentif dan BPJS Ketenagakerjaan untuk melindungi para Ketua RW dan RT, kader PKK dan Posyandu yang selama ini sangat membantu program-program pemerintah.
"Mulai Januari 2025 ini, BPJS tidak hanya untuk para Ketua RW dan RT, namun yang baru di tahun 2025 ini adalah BJPS bagi Sekretaris RW dan Bendahara RW," ujarnya.
Selain itu, kata Dadang Supriatna, mulai tahun ini para penerima BPJS Ketenagakerjaan akan memperoleh tiga manfaat sekaligus BPJS Ketenagakerjaan yaitu jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian dan jaminan hari tua (JHT).
Lebih lanjut, Dadang Supriatna mengingatkan prioritas penggunaan dana desa pada tahun 2025 ini. Diantaranya untuk BLT paling besar 15 persen, dukungan program ketahanan pangan 20 persen, penanganan stunting, pengembangan potensi desa, pembangunan berbasis padat karya dan program prioritas lainnya.
"Peningkatan anggaran bantuan keuangan desa ini dalam rangka mendukung astacita Presiden Prabowo, Gubernur teprilih sekaligus merealisasikan janji politik pasangan Dadang Supriatna-Ali Syakieb," katanya.
Namun dengan akan digelontorkannya anggaran fantastis tersebut, ia mewanti-wanti agar para kepala desa dan kelurahan tidak mencoba bermain-main dengan anggaran. Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas.
"Jangan main-main dengan anggaran. Saya tidak ingin para kepala desa dan kelurahan berurusan dengan aparat penegak hukum," katanya.
Editor : Doni Ramdhani
