Daftar Pilkada ke Partai Lain, Mantan Wabup Cirebon Bisa dianggap Keluar dari PDIP
Ayu yang notabene adalah kader PDIP, dianggap tidak etis daftar ke partai lain. Biasanya, akan ada sanksi yang akan dijatuhkan DPP berkaiatan dengan persoalan ini. Karena aku Rudiana, DPP melarang keras kadernya daftar ke parpol lain, kecuali kader tersebut sudah mengundurkan diri.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Bendahara umum DPC PDIP Kabupaten Cirebon, yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Rudiana buka suara. Hal itu berkaitan dengan daftarnya mantan Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsing (Ayu) ke Partai Gerindra, pada konstalasi Pilkada Kabupaten Cirebon akhir tahun ini.
Ayu yang notabene adalah kader PDIP, dianggap tidak etis daftar ke partai lain. Biasanya, akan ada sanksi yang akan dijatuhkan DPP berkaiatan dengan persoalan ini. Karena aku Rudiana, DPP melarang keras kadernya daftar ke parpol lain, kecuali kader tersebut sudah mengundurkan diri.
"Meskipun kami belum tahu pasti kebenarannya, tapi dari pemberitaan banyak media, bu Ayu sudah daftar ke Gerindra. DPP juga sudah tahu masalah ini. Kemungkinan akan ada sanksi. Karena kan biasanya juga begitu," ungkap Rudiana, Senin 3 Juni 2024.
Rudiana juga membocorkan, sebetulnya sudah mengerucut tiga nama Bakal Calon Bupati Cirebon, yang saat ini sedang di godog oleh DPP. Pertama adalah mantan bupati cirebon, Imron. Lalu Ayu dan yang ketiga adalah anggota DPRD Provinsi dari fraksi PDIP yaitu Bambang Mujiarto. Saat ini ketiganya sedang dibahas dari berbagai aspek.
"Bulan sekarang itu akan ada survey. Tapi Ayu bisa saja dianggap keluar dari partai, kan dia daftar ke partai lain. Kalau ini terjadi, kemungkinan rekomendasi tinggal dua orang yaitu Imron dan Bambang," jelasnya.
Survey sendiri lanjut Rudiana, intinya untuk konsumsi DPP yang nanti akan menentukan rekomendasi calon bupati. Surveynya hanya berkaitan dengan konsolidasi internal, komunikasi politik degan parpol lain serta sosialisasi yang dilakukan masing-masing calon.
"Survey juga kan untuk melihat peta politik di Kabupaten Cirebon. Meskipun di Kabupaten Cirebon PDIP sebagai pemenang pemilu, tetap estimasinya harus matang. Apakah cukup kuat mengusung satu paket, atau harus berkoalisi dengan parpol lain," ucapnya.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Aan setiawan mengaku, hasil rekomendasi bisa muncul bulan ini atau bulan depan. Terkait berdarnya beberapa daerah yang sudah keluar rekomendasi, menurut Aan hal yang wajar. Mereka sudah di survey jauh jauh hari dan waktu survey nya memang berbeda beda.
"Diwilayah tiga cirebon kan baru indramayu saja yang rekomnya sudah keluar. Kuningan, majalengka serta kota dan Kabupaten Cirebon juga belum. Jadi ini bertahap ya," tukasnya. (maman suharman)
Editor : Ahmad Sayuti

