Pernah Berpasangan, Imron-Ayu Kini Jadi Rival di Pilkada Kabupaten Cirebon

Pasangan mantan Bupati dan Wakil Bupati Cirebon periode 2019-2024 yaitu Imron-Wahyu Tjiptaningsih (Ayu), sekarang resmi menjadi rival berat

Pernah Berpasangan, Imron-Ayu Kini Jadi Rival di Pilkada Kabupaten Cirebon

INILAHKORAN, Cirebon - Pasangan mantan Bupati dan Wakil Bupati Cirebon periode 2019-2024 yaitu Imron-Wahyu Tjiptaningsih (Ayu), sekarang resmi menjadi rival berat. 

Imron dan Ayu  akan bersaing memperebutkan kursi E1 di Pilkada Kabupaten Cirebon yang akan digelar tanggal 27 November 2024.

Kepastian tersebut, diperkuat dengan keputusan PDIP dan Nasdem berkoalisi. Mereka mengusung pasangan Imron-Agus Budiman (Beriman). Keputusan tersebut sudah final dan disetujui DPP PDIP dan DPP Nasdem.

Sementara Ayu yang diusung koalisi KIM, lebih  memilih Solichin sebagai pendampingnya. Meskipun pasangan ini belum resmi di deklarasikan, namun sepertinya tidak ada perubahan dalam koalisi KIM plus yang didalamnya ada Golkar, Gerindra, Demokrat, PKB dan PKS.

"Pasangan Ayu-Solichin atau disingkat Wali, sebentar lagi akan deklarasi. Hari ini saya sedang di jakarta mendampingi pasangan Wali untuk mengambil rekom calon bupati dan wakil bupati cirebon," kata Ketua DPC Gerindra Kabupaten Cirebon, Subhan, Senin 26 Agustus 2024.

Subhan mengaku, pasangan Wali sudah dikomunikasikan dengan semua parpol koalisi. Namun, untuk PKB komunikasinya sedikit tersendat karena berbarengan dengan acara mukhtamar PKB di Bali. Jadi, sampai saat ini belum ada kepastian apakah pasangan Wali disepakati juga oleh PKB.

"Kalau dengan PKB belum ada komunikasi. Tapi mudah mudahan sepakat dan tetap di koalisi KIM. Kalau untuk PKS kami sudah deal sama-sama mengusung pasangan Wali," aku Subhan.

Sementara itu, Ketua Desk Pilkada DPD Partai Golkar Kabupaten Cirebon, Anton Maulana mengaku, Golkar sepakat koalisi KIM mengusung pasangan Wali. Saat ini pihaknya sedang memproses rekom yang akan dikeluarkan DPP Golkar untuk pasangan Wali. Namun untuk PKB, Anton mengaku belum ada komunikasi lagi berkaitan kesepakatan pasangan Wali.

"Golkar sudah oke mengusung pasangan Wali. Tinggal PKB saja karena sedang sibuk Mukhtamar. Dengan kondisi seperti ini, maka Ketua DPD Golkar Kabupaten Cirebon, Teguh Rusiana Merdeka mundur dari bursa Pilkada," jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, ada kemungkinan PKB akan keluar dari koalisi KIM. Beberapa sumber di internal PKB saat ini menyebutkan, sepertinya PKB belum bisa diselesaikan oleh pasangan Wali. Pasangan ini lebih memilih mengondisikan PKS, karena punya basis masa yang pasti.

Sayangnya, sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi baik dari ketua Desk Pilkada maupun dari Ketua DPC PKB Kabupaten Cirebon. Hanya ada komentar singkat via pesan WhatsApp dari Sekjen PKB Kabupaten Cirebon, Waswin Janata.

"Waduh saya tidak tahu sudah ada pasangan Wali," jawabnya singkat.  ***


Editor : Ahmad Sayuti