Damkarmatan Kota Bandung Masuk Era Teknologi Udara, Lelang Drone Digelar Tahun Ini
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kota Bandung memastikan, pengadaan drone pemadam kebakaran akan mulai dilelang pada tahun ini melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kota Bandung memastikan, pengadaan drone pemadam kebakaran akan mulai dilelang pada tahun ini melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Kepala Dinas Damkarmatan Kota Bandung, Soni Bakhtiar mengatakan, pengadaan drone tersebut merupakan tahap awal modernisasi layanan pemadaman dan penyelamatan sebelum dukungan lebih besar direalisasikan melalui dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2026.
“Untuk drone dari APBD, pengadaannya akan dilelang tahun ini pada tahap pertama,” kata Soni Bakhtiar pada Senin 12 Januari 2026.
Menurut ia, keberadaan drone menjadi kebutuhan mendesak bagi Kota Bandung yang memiliki karakteristik wilayah padat penduduk, kemacetan tinggi, kawasan kumuh dan banyak gang sempit yang tidak dapat dilalui mobil pemadam kebakaran.
teknologi drone, dinilai mampu mempercepat response time dan action time dalam penanganan kebakaran maupun operasi penyelamatan. “Di beberapa wilayah, mobil pemadam tidak bisa masuk ke gang-gang sempit. Dengan drone, proses pemadaman bisa dilakukan lebih cepat dan efektif,” ucapnya.
Pada tahap awal, Damkarmatan Kota Bandung menganggarkan dua unit drone melalui APBD. Setiap unit drone diperkirakan bernilai sekitar Rp1,2 miliar, sehingga total anggaran yang disiapkan mencapai Rp2,4 miliar.
drone yang akan digunakan bukan sekadar untuk pemadaman api, tetapi juga untuk mendukung misi penyelamatan. Soni menjelaskan, terdapat dua jenis drone yang direncanakan yakni drone sprayer yang mampu mengangkat selang dan nozzle serta drone dropping bomb yang berfungsi menjatuhkan alat pemadaman dari udara.
“drone ini juga berfungsi untuk penyelamatan, misalnya mengevakuasi korban di gedung tinggi, wilayah banjir atau longsor yang sulit dijangkau secara manual,” ujar dia.
Pengadaan drone melalui APBD ini, menjadi bagian dari persiapan Damkarmatan Kota Bandung dalam mengajukan dana alokasi khusus ke pemerintah pusat. Untuk 2026, Damkarmatan telah mengajukan DAK sebesar Rp270 miliar guna menutup kekurangan sarana dan prasarana yang saat ini masih sekitar 40 persen.
Saat ini, Damkarmatan Kota Bandung baru memenuhi sekitar 60 persen dari standar pelayanan minimal yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri. Idealnya, Damkarmatan harus memiliki 60 jenis sarana dan prasarana pendukung layanan pemadaman dan penyelamatan.
Melalui dukungan APBD dan DAK, Damkarmatan Kota Bandung menargetkan penguatan layanan secara menyeluruh. Termasuk penambahan total 14 unit drone pada 2026. Dari jumlah tersebut, dua unit berasal dari APBD. Sementara 12 unit lainnya diajukan melalui DAK, untuk didistribusikan ke empat UPT dan mako pusat.
“Dengan dukungan sarana ini, kami berharap layanan pemadaman dan penyelamatan di Kota Bandung bisa lebih cepat, efektif dan menjangkau wilayah yang selama ini sulit ditangani,” tandasnya. ***
Editor : JakaPermana


