Dampak Erupsi Anak Krakatau, Dua Pesawat Berisi 737 Penumpang Mendarat di Kertajati

Erupsi Gunung Anak Krakatau memicu gangguan pada operasional penerbangan nasional. Sebanyak 737 penumpang

Dampak Erupsi Anak Krakatau, Dua Pesawat Berisi 737 Penumpang Mendarat di Kertajati
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID - erupsi Gunung anak krakatau memicu gangguan pada operasional penerbangan nasional. Sebanyak 737 penumpang garuda Indonesia harus mendarat di bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, setelah dua penerbangan dialihkan dari tujuan semula di bandara Soekarno-Hatta.

bandara Kertajati menjadi salah satu titik alternatif pendaratan, menyusul dampak aktivitas vulkanik Gunung anak krakatau yang memengaruhi jalur dan operasional penerbangan.

Vice President Corporate Secretary PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB), Dian Nurrahman mengungkapkan, hingga Minggu sore baru terdapat dua penerbangan yang dialihkan ke Kertajati.

“Sampai sore ini baru dua penerbangan,” kata Dian dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026).

Dua penerbangan tersebut adalah garuda Indonesia nomor GA 961 dan GA 983. Masing-masing mengangkut ratusan penumpang, yang akhirnya diturunkan di bandara Kertajati.

“GA 961 ada 354 pax dan GA 983 ada 383 pax,” ucapnya.

Berdasarkan data tersebut, jumlah penumpang yang terdampak pengalihan penerbangan mencapai 737 orang.

Pengalihan dilakukan sebagai langkah mitigasi, untuk menjaga keselamatan penerbangan di tengah kondisi erupsi Gunung anak krakatau yang masih berlangsung. Kertajati dipilih sebagai bandara alternatif, guna memastikan operasional penerbangan tetap berjalan dan penumpang dapat ditangani dengan baik.

Pihak BIJB bersama maskapai dan instansi terkait telah melakukan koordinasi untuk memastikan proses kedatangan, pelayanan, serta penanganan penumpang berlangsung lancar selama penerbangan dialihkan ke bandara Kertajati.***


Editor : JakaPermana