Dampak Musim Kemarau, Satu Desa di KBB Dilanda Krisis Air Bersih

Dampak kekeringan akibat kemarau panjang mulai dirasakan masyarakat di sejumlah daerah di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Bahkan, ada satu desa yang dilanda krisis air bersih

Dampak Musim Kemarau,  Satu Desa di KBB Dilanda Krisis Air Bersih

INILAHKORAN,  Ngamprah - Dampak kekeringan akibat kemarau panjang mulai dirasakan masyarakat di sejumlah daerah di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Bahkan, ada satu desa yang dilanda krisis air bersih.

Warga desa tersebut kini hanya bisa mengandalkan bantuan air bersih untuk bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka.

"desa yang saat ini telah dilanda kekeringan yaitu desa Batujajar Timur di Kecamatan Batujajar," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat, Meidi, Kamis 15 Agustus 2024.

Meidi menyebut, pihaknya sudah mendistribusikan air bersih ke salah satu masjid dan warga di lingkungan desa tersebut.

"Jadi begitu ada laporan, kita kirimkan 10 ribu liter air bersih untuk masyarakat," sebut Meidi.

Selain menyalurkan pasokan air bersih kepada warga, terang Meidi, langkah penanganan bencana kekeringan lainnya, yakni pemasangan toren salah satunya di sekitar kantor desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah.

"Karena air bersih ini menyangkut kebutuhan dasar manusia jadi kita harus segera bergerak secepat mungkin," terangnya.

Meidi mengaku, pihaknya telah berkoordinasi dengan PDAM untuk penyediaan air bersih gratis berikut truk tangki dari PMI.

Dengan begitu, masyarakat bisa menghubungi BPBD bilamana wilayahnya dilanda kekeringan dan membutuhkan air bersih.

"Memang bencana kekeringan ini sering terjadi tiap tahun, wilayah-wilayah rawan seperti Kecamatan Rongga, Gununghalu, Padalarang, Cikalongwetan," sebutnya.

"Insyaallah kami secepat mungkin mengirimkan tangki air," jelasnya.

Pihaknya berharap musim kemarau tahun ini tidak berlangsung lama dan wilayah terdampak kekeringan tidak sebanyak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Sebab, kata Meidi, musim kemarau juga rawan menimbulkan kebakaran

"Saya sangat memohon kepada masyarakat, khususnya umat muslim memperbanyak sholawat biar bisa mengeliminir dampak kemarau," katanya.*** 


Editor : Ahmad Sayuti