Dari Bandung Jualan Bendera Hingga ke Kobar
Pedagang musiman yang menjual bendera, umbul-umbul dan berbagai atribut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia asal Bandung berburu rejeki di Kalimantan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
PEDAGANG musiman yang menjual bendera, umbul-umbul dan berbagai atribut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia asal Bandung berburu rejeki di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng).
Salah seorang pedagang, Hendrik, warga asal Bandung di Pangkalan Bun, Senin (27/7) mengaku telah berjualan di Pangkalan Bun selama lebih dari sepekan.
“Saya setiap tahun datang ke Kotawaringin Barat untuk mencari rezeki menjelang peringatan HUT RI. Kurang lebih sudah seminggu lebih saya mulai berjualan di Kotawaringin Barat ini,” katanya.
Hendrik menjelaskan, dirinya bersama empat rekannya mulai memasuki Kota Pangkalan Bun sejak 17 Juli, atau sekitar satu bulan sebelum peringatan 17 Agustus.
Mereka membuka lapak di beberapa titik strategis untuk menjangkau masyarakat yang mulai mencari bendera dan umbul-umbul.
Menurut dia, berbagai jenis bendera dan umbul-umbul dijual dengan harga bervariasi sesuai ukuran dan bahan. Bendera dipasarkan mulai Rp25.000 hingga Rp45.000 per lembar, sedangkan umbul-umbul dijual dengan kisaran harga Rp25.000 hingga Rp40.000.
Ia menambahkan aktivitas berjualan dimulai sejak pukul 06.00 WIB hingga sekitar pukul 17.00 WIB setiap hari. Momen menjelang HUT RI menjadi periode yang paling dinantikan pedagang musiman karena permintaan biasanya terus meningkat hingga pertengahan Agustus.
Keberadaan lapak pedagang tersebut turut menghadirkan nuansa kemerdekaan di Kota Pangkalan Bun.
Beragam bendera Merah Putih dan umbul-umbul yang dipajang di sepanjang lokasi penjualan mulai menghiasi sejumlah ruas jalan.
Sementara itu, Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah mengimbau seluruh pedagang bendera musiman agar berjualan di lokasi yang diizinkan pemerintah dan tidak memanfaatkan bahu maupun tepi jalan yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.
“Kami menyambut baik semangat masyarakat yang mencari rezeki menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI. Namun kami mengajak para pedagang untuk tetap berjualan di tempat yang diperbolehkan, sehingga tidak mengganggu pengguna jalan maupun aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Nurhidayah menegaskan kepatuhan terhadap aturan lokasi berjualan merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban dan keselamatan masyarakat. Ia berharap para pedagang turut mendukung terciptanya arus lalu lintas yang lancar serta mencegah potensi kecelakaan akibat aktivitas jual beli di tepi jalan. (bsf)
Editor : Inilahkoran

