Dari Candi Jiwa, Dedi Mulyadi Ingatkan Bahaya Keserakahan
Dedi mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan hidup dengan tidak mengeksploitasi alam secara berlebihan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Peringatan Waisak Jawa Barat 2570 TB/2026 di kawasan Candi Jiwa dan Candi Blandongan, Kabupaten Karawang, tidak hanya menjadi momentum spiritual umat Buddha.
Dari situs bersejarah peninggalan Kerajaan Tarumanagara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pesan kuat tentang ancaman keserakahan manusia yang dinilainya menjadi akar berbagai konflik dan kerusakan di dunia.
Dalam Upacara Pujabakti Waisak Jawa Barat yang digelar di Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, Minggu (14/6/2026), Dedi mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan hidup dengan tidak mengeksploitasi alam secara berlebihan.
Menurutnya, kerakusan manusia terhadap sumber daya dan keinginan yang tak terbatas kerap melahirkan persoalan yang lebih besar, mulai dari kerusakan lingkungan hingga konflik antarmanusia yang diwariskan lintas generasi.
"Peperangan hari ini terjadi karena kebencian yang dipelihara dan diwariskan turun-temurun," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/6/2026).
Dedi menilai, cara paling efektif untuk memutus mata rantai kebencian adalah dengan menempatkan rasa dan cinta sebagai fondasi kehidupan. Ketika manusia mampu merasakan keterhubungan dengan sesama dan alam semesta, maka tindakan yang merugikan orang lain akan semakin sulit dilakukan.
"Orang yang mencintai rasa dan cinta, jangankan membunuh, menginjak rumput pun dia tak kuasa karena rasanya bersama semesta," ucapnya.
Menurutnya, nilai cinta juga mengajarkan manusia untuk tidak serakah dan mampu memberikan ruang bagi orang lain untuk hidup dan berkembang. Sikap membatasi diri justru menjadi kunci terciptanya ketenangan dalam kehidupan sosial.
"Orang yang membatasi diri adalah penenang selamanya," katanya.
Selain menjadi ajang peribadatan, peringatan Waisak di kawasan Batujaya juga kembali mengangkat potensi situs cagar budaya yang selama ini menjadi pusat kegiatan umat Buddha di Jawa Barat.
Ketua Panitia Upacara Pujabakti Waisak Jawa Barat 2570 TB/2026, Yayang Tanuryadi, mengatakan peringatan Waisak tingkat provinsi secara konsisten diselenggarakan di kompleks Candi Jiwa sejak 2008. Keberlanjutan kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi kawasan Batujaya sebagai destinasi wisata sejarah dan religi di Jawa Barat.
Ia berharap, keberadaan Candi Jiwa dan Candi Blandongan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui peningkatan kunjungan wisatawan.
Harapan serupa disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Supriyadi. Pemerintah saat ini tengah merumuskan langkah optimalisasi pemanfaatan candi-candi bersejarah di Indonesia, agar tidak hanya berfungsi sebagai situs warisan budaya, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan keagamaan.
"Kita sedang upayakan dan perumusan pemanfaatan candi-candi untuk kepentingan keagamaan. Seluruh candi-candi yang ada di Indonesia akan semakin semarak," tandasnya.
Editor : Ahmad Sayuti


