Lembang Siap Sambut Gelombang Wisatawan Libur Iduladha dan Waisak
Kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) diproyeksikan bakal dipadati ribuan pelancong dari berbagai wilayah Indonesia saat momen libur panjang
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) diproyeksikan bakal dipadati ribuan pelancong dari berbagai wilayah Indonesia saat momen libur panjang Iduladha 1447 Hijriah dan peringatan Hari Waisak 2026.
Dalam libur panjang ini, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail memprediksi bakal menjadi puncak kunjungan wisatawan seiring jadwal cuti bersama yang disusun berdekatan dengan akhir pekan, menjadikan kawasan ini tujuan utama berlibur keluarga maupun rombongan.
"libur panjang pertama akan berlangsung Rabu hingga Kamis (27–28 Mei 2026) bertepatan dengan Hari Raya Iduladha dan cuti bersama, kemudian disusul libur Hari Waisak mulai Sabtu hingga Senin (30 Mei–1 Juni 2026)," kata Jeje usai meninjau langsung ke objek wisata Floating Market, The Great Asia Africa, serta Lembang Park and Zoo, Selasa (26/5/2026).
Menyambut lonjakan jumlah pengunjung yang dipastikan meningkat tajam, jelas Jeje, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bakal turun langsung memantau kesiapan fasilitas dan layanan di sejumlah tempat wisata populer untuk menjamin kenyamanan sekaligus keamanan setiap wisatawan yang datang.
"Saya turun langsung melihat persiapan apa saja yang sudah disiapkan pengelola. Harapan kami sederhana, wisatawan datang dengan senang, berlibur dengan aman, dan pulang membawa kesan baik," ungkapnya.
"Jangan sampai ada hal-hal sepele yang justru merusak kenyamanan, seperti masalah di tempat parkir yang sering jadi keluhan pengunjung," tegasnya.
Jeje mengingatkan kepada pengelola agar wajib mengatur tata letak kendaraan dan petugas parkir secara tertib. Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak akan mentolerir praktik penarikan biaya parkir secara semena-mena atau 'getok harga' yang kerap terjadi di titik-titik padat.
"Ya kaarena hal itu berdampak langsung pada kepercayaan masyarakat untuk kembali berkunjung," ujarnya.
Selain fasilitas di dalam lokasi wisata, lanjut Jeje, kondisi jalur akses menuju Lembang juga menjadi perhatian serius pihaknya. Sebab, berdasarkan pengecekan tim, jalur alternatif yang biasa dipakai wisatawan untuk menghindari kemacetan memiliki titik rawan bencana longsor dan curam.
Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh pengunjung lebih memilih jalur arteri utama. Meski berpotensi padat lalu lintas, rute ini dinilai jauh lebih aman dan minim risiko kecelakaan maupun gangguan alam.
"Di jalur alternatif ada beberapa titik yang tanahnya agak labil, apalagi kalau cuaca sedang tidak bersahabat. Lebih baik sedikit lambat di jalur utama asal selamat sampai tujuan," paparnya.
"Kami juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengatur lalu lintas agar tetap berjalan lancar," sambungnya.
Salah satu pengelola wisata yang dikunjungi, Perry Tristianto selaku pemilik Floating Market mengaku pihaknya menyambut baik arahan tersebut. Ia memastikan seluruh pengelola objek wisata sudah terbiasa menghadapi lonjakan pengunjung pada libur panjang.
Sehingga kesiapan fasilitas, petugas pelayanan, hingga kebersihan lingkungan sudah dipastikan maksimal.
"Kami sudah berpengalaman menghadapi momen liburan seperti ini. Segala persiapan mulai dari keamanan, kebersihan, hingga pelayanan sudah kami siapkan matang," kata Perry.
"Kami hanya berharap cuaca mendukung dan jumlah pengunjung meningkat, karena ini juga berdampak pada perekonomian warga sekitar yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata," ucapnya.***
Editor : JakaPermana


