Dari Enam RSUD, Al Ihsan Akan Diberlakukan Open Biding Untuk Posisi Dirut Definitif
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jawa Barat Berli Hamdani Gelung Sakti mengatakan akan memberlakukan proses open bidding untuk pemilihan Direktur Utama (Dirut) Definitif Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Ihsan Baleendah, Kabupaten Bandung. Diketahui, saat ini sebanyak 6 RSUD di Jabar belum memiliki dirut definitif dan lima di antaranya tinggal diumumkan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jawa Barat Berli Hamdani Gelung Sakti mengatakan akan memberlakukan proses open bidding untuk pemilihan Direktur Utama (Dirut) Definitif Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Ihsan Baleendah, Kabupaten Bandung. Diketahui, saat ini sebanyak 6 RSUD di Jabar belum memiliki dirut definitif dan lima di antaranya tinggal diumumkan.
Berli memastikan, pihaknya akan segera mengupayakan dirut definitif pada sejumlah RSUD tersebut. Adapun selain RSUD Al Ihsan, yait RS Jiwa Cisarua Kabupaten Bandung Barat, RS Paru Sidareja Kabupaten Cirebon, RSUD Jampang Kulon Kabupaten Sukabumi, RSUD Pameungpeuk Kabupaten Garut, dan RS Kesehatan Kerja Rancaekek Kabupaten Bandung.
"Mungkin salah satu alternatif yang disampaikan kepada pak gubernur melalui mekanime bidding atau lelang. Tapi selain itu (Dirut Definitif Al Ihsan) insya Allah bisa dalam waktu dekat ini," ujar Berli, Senin (1/7/2019).
Menurut Berli, hasil open bidding dapat tuntas sebelum Agustus 2019 ini. Namun hal tersebut tergantung dari jumlah peserta lelang dan bilamana prosesnya lancar sesuai dengan yang direncanakan.
"Mungkin dalam waktu satu dua Minggu itu sudah ada hasil," kata dia.
Menurut dia, RSUD Al Ihsan dapat dikategorikan sebagai RS tipe A di mana yang dilayani adalah pasien satu provinsi. Artinya, secara klasifikasi memang sangat layak untuk dilakukan open bidding.
"Sementara ini di (RSUD) Al Ihsan masih dipimpin Plt," katanya.
Lebih lanjut, mengenai rencana pemerintah mendirikan rumah sakit di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Berli katakan pihaknya masih menunggu instruksi dari gubenur. Dia memastikan, Dinkes Jabar akan siap kapanpun bilamana diperintahkan untuk menggodok wacana tersebut.
"Bahwa kami di kesehatan pun menyadari bahwa memang secara pelayanan dan secara sebaran penduduk kemudian juga dari perkembangan dinamika masyarakat, tentunya (RS di Jatinangor) itu diperlukan. Apalagi di situ lokasinya dekat dengan pusat pendidikan," pungkasnya. (Rianto Nurdiansyah)
Editor : Doni Ramdhani

