Dari Kandang Menjaga Pangan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Yuliantono
INILAH, Bandung - Di balik sebutir telur yang sampai ke meja makan, ada pekerjaan panjang yang dimulai dari kandang. Ada ayam yang harus dirawat, pakan yang harus tersedia, kesehatan ternak yang dijaga, hingga bibit yang perlu disiapkan untuk keberlanjutan produksi.
Rantai panjang itulah yang kini coba diperkuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Bukan hanya mengejar jumlah telur yang dihasilkan, tetapi membangun peternak agar semakin mandiri dan mampu mengembangkan usahanya sendiri.
Upaya tersebut dilakukan melalui bantuan sarana produksi kepada Kelompok Ternak Sauyunan di Kabupaten Bandung Barat.
Bantuan disalurkan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat bersama UPTD Balai Pengembangan Perbibitan Ternak Unggas (BPPTU) Jatiwangi. Paket bantuan tidak hanya ditujukan untuk menambah populasi ayam, tetapi juga membuka jalan bagi kelompok ternak membangun sistem usaha yang berkelanjutan.
Kepala UPTD BPPTU Jatiwangi Ahmad Gufron mengatakan bantuan terdiri atas 195 ekor ayam pullet atau ayam petelur siap produksi, 1,4 ton pakan ternak, serta paket Obat, Vaksin, dan Kimia (OVK).
Kelompok tersebut juga menerima dua mesin tetas. Satu mesin berjenis setter dengan kapasitas 1.500 butir telur dan satu mesin hatcher yang mampu menampung hingga 500 butir telur.
“Langkah strategis ini tidak sekadar ditujukan untuk menambah populasi ternak, melainkan untuk membangun sistem usaha peternakan yang mandiri dan produktif,” kata Ahmad, Senin (10/8).
Ayam petelur siap produksi menjadi modal awal untuk meningkatkan pasokan telur sekaligus menambah sumber pendapatan anggota kelompok. Pakan dan dukungan kesehatan ternak diberikan agar ayam tetap produktif dan terhindar dari gangguan penyakit.
Namun, bagian paling penting dari bantuan tersebut justru berada pada mesin tetas.
Dengan fasilitas pembibitan, kelompok ternak memiliki kesempatan menghasilkan bibit unggas sendiri.
(gin)
Editor : Inilahkoran

