Dedi Mulyadi 'Gemas' Kirab Jabar Hudang Terganggu Karnaval Rombongan Pejabat Setda Jawa Barat
Antusiasme 27 kabupaten/kota dalam kirab Jabar Hudang, rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jawa Barat menuju Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus terganggu karnaval rombongan pejabat Setda Jabar dan 33 organisasi perangkat daerah (OPD).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Antusiasme 27 kabupaten/kota dalam kirab jabar Hudang, rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jawa Barat menuju Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus terganggu karnaval rombongan pejabat Setda Jabar dan 33 organisasi perangkat daerah (OPD).
Kirab dari 27 kabupaten/kota harusnya menjadi rangkaian perjalanan berkuda Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, beserta kepala daerah karena merupakan pawai yang menggambarkan sejarah kerajaan dan kebudayaan Jabar.
Gubernur Dedi Mulyadi dan Wagub Jabar Erwan Setiawan serta kepala daerah lain bahkan ikut menari bersama para penari caruban yang dihadirkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar.
Ketika sesi kirab akan memasuki cerita Nyai Subang Larang yang merupakan perempuan bangsawan, penyebar agama Islam di Tanah Sunda, rupanya rombongan yang datang kemudian ke depan tribun kehormatan di Jalan Diponegoro adalah arak-arakan 38 organisasi perangkat daerah (OPD) baru 27 kabupaten/kota.
Tampak Sekda Jabar Herman Suryatman beserta para asisten menunggang kuda, diikuti dinas dan badan yang menghadirkan arak-arakan dengan beragam tema. Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang melihat ini langsung bangkit dari tempat duduk dan mengambil mikrofon.
“Pada teman-teman Sekretaris Daerah mohon berhentikan dulu kegiatannya. Kita hormati yang kabupaten/kota yang akan lebih dulu. Saya mohon hentikan dulu, dahulukan dulu yang dari kabupaten/kota. Tadi ini adalah rangkaian cerita, ini bukan pawai. Ini karnaval. Karnaval itu ada rangkaian ceritanya, setelah cerita tentang Caruban Pajajaran, masuk Subang Larang, itu kabupaten kota menceritakan sejarah Jawa Barat. Bukan Setda motong ditengah terus bikin pawai,” ujar Dedi.
“Mohon dimengerti teman-teman Setda, ini cerita rangkaian sejarah Jawa Barat yang diceritakan dalam bentuk karnaval budaya, mohon ngerti seni, silahkan stop yang Setda, lebih dulu yang kabupaten kota,” imbuhnya.
Meski sempat muncul kirab dari daerah, namun tidak seluruhnya bisa melintas, mengingat arak-arakan OPD sudah memenuhi rute terlebih dahulu. Begitu adzan magrib, Dedi Mulyadi memanggil panitia, kemudian beranjak masuk ke Gedung Sate dan kirab Jabar Hudang pun dihentikan. ***
Editor : JakaPermana

