Dedi Mulyadi Rangkul Rival dan Pakar Berkolaborasi Realisasikan Jabar Istimewa
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi tidak menampik bakal merangkul rivalnya dalam kontestasi Pilgub Jabar 2024 lalu, untuk berkolaborasi merealisasikan 'Jabar Istimewa'.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi tidak menampik bakal merangkul rivalnya dalam kontestasi Pilgub Jabar 2024 lalu, untuk berkolaborasi merealisasikan 'Jabar Istimewa'.
Dedi Mulyadi atau KDM mengatakan, baik Akhmad Syaikhu, maupun Acep Adang Ruhiyat dan Jeje Wiradinata, merupakan teman baiknya.
Dedi Mulyadi melanjutkan, komunikasi selalu terbangun. Termasuk dalam mendiskusikan langkah ke depan, dalam membangun Jawa Barat.
"Mengenai calon kepala daerah, mereka sudah menjadi sahabat baik saya. Saya bahkan menjadi saksi pernikahan Pak Jeje. Saya juga sering bertemu dengan Pak Akhmad dan Pak Kyai (Acep). Tidak ada masalah dalam hubungan kami," ujar KDM di Kantor DPRD Jabar baru-baru ini.
Bahkan sebelumnya pun KDM menyatakan akan mengajak mereka berdiskusi, membahas langkah konkret untuk membangun Jabar menjadi lebih baik.
"Kita pasti ngajak bicara. Kan kita tahu, Akhmad Syaikhu seorang ustadz, tokoh penting di Jawa Barat. Kemudian pimpinan tinggi Partai Keadilan Sejahtera. Pasti banyak pikiran kuatnya bagi kepentingan masyarakat," kata dia.
Demikian pula Jeje, yang menurutnya memiliki pengalaman selama menjadi Bupati Pangandaran.
"Kemudian ada Kang Acep, dengan saya deket banget. Jadi bagi saya, enggak ada hal yang terlalu berat untuk dikomunikasikan. Kata orang Sunda mah, bari ngopi, bari ngabako walaupun saya enggak merokok," ucapnya.
Syaikhu sendiri sudah menyatakan kesiapannya, dalam membantu KDM-Erwan selama menahkodai Jabar hingga lima tahun mendatang.
"In Syaa Allah enggak masalah. Jadi Kang Dedi ini In Syaa Allah," kata Syaikhu.
Tidak hanya itu, sejumlah pakar atau ahli dari sudut pandang dia, juga akan turut dilibatkan. Mulai dari Mantan Menteri Perhubungan dan ESDM Ignasius Jonan, Mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti, hingga Mantan Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Bey Machmudin.
"Kita harus menggandeng orang yang ahli. Pak Ignasius akan kita gandeng untuk penasehat atau pakar di bidang transportasi," ucapnya.
Bahkan Susi kata KDM, sudah menyatakan siap membantunya, dalam memberi masukan terkait apa yang dibutuhkannya untuk Jabar.
"Gini, diterima tapi Bu Susi minta tidak ada honor. Dan gini kan, larangan untuk mengangkat tenaga ahli, pakar penasehat, itu kan kalau menimbulkan biaya kalau pendapat saya. Jadi seluruh penasehat di Provinsi Jabar semuanya relawan, sukarela," klaim KDM.
KDM mengaku, akan akan banyak meminta pendapat mengenai kelautan dan lain-lain kepada Susi Pudjiastuti. Sebab menurutnya, sosok mantan Menteri Kelautan dan Perikanan periode pertama Presiden Joko Widodo itu memiliki keahlian tersebut.
"Arahannya ya Bu Susi tetap memiliki spirit yang kuat untuk membantu Pemprov Jabar, agar laut-lautnya terjaga dan tidak boleh lagi laut dipagari," ucapnya.
Sisi lain, nantinya Susi juga akan memberikan beberapa masukan mengenai infrastruktur pendukung di sektor laut, mulai dari konektivitas antar daerah dan perhubungan di wilayah kelautan.
"Memberikan arahan-arahan pembangunan dermaga, penataan wilayah laut, kemudian konsepsi ttg pembangunan lintas daerah dengan sistem transportasi udara," imbuhnya.
Demikian pula Bey, yang diharapkannya untuk membantu di bidang transportasi dan administrasi juga telah menyatakan kesiapannya.
Dimana Bey memastikan akan menerima tawaran KDM, untuk membantu membangun Jawa Barat.
"Saya serahkan, tapi kalau untuk Jabar saya bersedia. Kalau bisa saya bantu, saya bantu. Tapi saya tidak akan intervensi ke dinas. Saya sudah di luar," ujar Bey baru-baru ini.
Bey mengatakan, dirinya hanya sanggup masukan-masukan terhadap kebijakan yang diambil. Namun untuk intervensi ke dinas, ia memastikan tidak akan mengintervensi dan lainnya.
"Saya agak kaku, kalau diminta saya akan berikan pendapat. Kalau enggak ya enggak. Tapi sebisa mungkin saya bisa bantu, saya bantu," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

