Dedi Mulyadi Sentil Pemerintah Garut Soal Pungli di Pantai Sayang Heula: Bikin Malu
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sentil pemerintah Kabupaten Garut soal pungli di Pantai Sayang Heulang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Baru-baru ini viral di media sosial seorang pengguna TikTok yang marah karena adanya pungutan liar (punli) saat memasuki kawasan Pantai Sayang Heulang.
Dalam video tersebut, pengunjung itu melontarkan protes dengan kata kasar setelah dia dipungut biaya Rp45.000 per motor saat memasuki kawasan Pantai Sayang Heulang.
Di mana sebelumnya dia mendapatkan karcis Rp15.000 untuk tiket dan Rp5.000 untuk parkir motor. Namun saat bayar dirinya ditagih uang sebesar Rp45.000 per motor.
Pengunjung itu mengeluhkan soal harga tiket yang dinilai cukup mahal dan tidak sesuai dengan harga yang tertera dalam kartu karcis.
Dia juga menyebutkan harga tiket Rp45.000 itu tidak sesuai dengan keadaan pantai Sayang Heulang yang dipenuhi banyak sampah dan tidak dibuat estetik.
Menanggapi video tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyati menyentil pemerintah Kabupaten Garut.
Dedi Mulyadi berharap pemerintah Kabupaten Garut dan seluruh jajarannya segera menangani masalah agar kejadian tersebut tidak terulang.
"Jangan terulang terus karena cerita Pantai Santolo terus-terusan terjadi kan gak bagus kalo harus ditangani oleh Gubernur," sentil Dedi Mulyadi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71.
Di mana sebelum Pantai Sayang Heula, viral juga sebuah video yang memperlihatkan Pantai Santolo yang dipenuhi dengan sampah.
"Camat, Kepala Desa, Bupati, Wakil Bupati, bahkan wakil bupatinya mantu saya sendiri itu, yah tolong beresih yah, jangan bikin malu Jawa Barat," sentil Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat tersebut meminta agar pemerintah setempat segera menyelesaikan masalah tersebut jangan sampai harus dirinya sendiri yang turun tangan.***
Editor : Irma Nurfajri

