Dedi Mulyadi Targetkan 800 Pendingin Ruangan di Kelas SMA-SMK Rampung Pekan Ini

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menargetkan, 800 unit pendingin ruangan di kelas SMA dan SMK yang jumlah rombongan belajar (Rombel) bertambah, dapat rampung pekan ini.

Dedi Mulyadi Targetkan 800 Pendingin Ruangan di Kelas SMA-SMK Rampung Pekan Ini
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menargetkan, 800 unit pendingin ruangan di kelas SMA dan SMK yang jumlah rombongan belajar (Rombel) bertambah, dapat rampung pekan ini.

INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menargetkan, 800 unit pendingin ruangan di kelas SMA dan SMK yang jumlah rombongan belajar (Rombel) bertambah, dapat rampung pekan ini.

Ini sebagai bentuk upaya dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menjamin kenyamanan siswa, meski jumlah rombelnya dalam satu kelas bisa mencapai 50 siswa.

Dedi mengatakan, selama masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), pihaknya akan memenuhi semua kebutuhan kelas termasuk kebutuhan meja kursi yang dilaporkan terjadi kekurangan. Tak hanya meja kursi, pihaknya juga siap memasang AC di setiap kelas SMA/SMK.

“Nanti dipenuhi semuanya, kemarin laporan ke saya kursinya cukup. Tapi kalau hari ini kurang nanti kita support kursi dan mejanya. Hari ini kita juga support AC, dua hari ini sudah 150 AC dipasang dari target 800 yang akan dipasang,” ujar Dedi di Kota Bandung, Senin 14 Juli 2025.

Menurutnya, penambahan fasilitas ini tidak perlu menunggu penganggaran dari APBD Perubahan, pihaknya akan mengeluarkan dana pribadi juga bantuan dari sejumlah pihak.

“Gak usah kursi mah dibeliin sama saya aja, aman,” ucapnya.

Pihaknya menargetkan bisa memasang pendingin udara di sejumlah SMA/SMK terutama yang rombongan belajarnya tinggi pada pekan ini.

“Jadi nanti satu kelas itu yang rombelnya di atas 40 dipasang 2 AC, biar dingin,” tuturnya.

Dedi Mulyadi menuturkan, putra Maruarar Sirait yakni Joshua Sirait bahkan menyumbang Rp1 miliar untuk membelikan AC yang akan dipasang di sekolah di daerah Subang, Majalengka dan Sumedang. Pihaknya sendiri mengeluarkan dana pribadi untuk sekolah di Karawang dan Bekasi.

“Joshua Sirait menyumbang AC Rp 1 miliar. Buat sekolah-sekolah, khususnya di Subang, Sumedang, Majalengka. Ya kan, tambah oleh kita Kerawang dan Bekasi,” katanya.

Sehingga, persoalan kekurangan meja seperti yang terjadi di SMAN 1 Bandung, maupun di sekolah lain bila ada, juga akan turut diselesaikan. Tanpa harus menunggu turunnya anggaran dari APBD.

“Kalau kerja dengan saya, tidak hanya terbatas pada APBD. Selama saya mampu menyediakan, selama saya mampu membantu, pasti saya bantu,” tandasnya. ***


Editor : JakaPermana