Dedi Mulyadi Targetkan Masalah Pungli di Jabar Selesai Dalam 3 Bulan
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menargetkan masalah pungutan liar (pungli) di Jabar, selesai dalam tiga bulan ke depan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menargetkan masalah pungutan liar (pungli) di Jabar, selesai dalam tiga bulan ke depan.
Dedi menegaskan, ke depan tidak boleh lagi ada pungli, apapun jenisnya guna menjaga kondusivitas dan menjaga kenyamanan di Jabar.
"Saya targetkan dalam tiga bulan ini selesai. Enggak boleh lagi ada pungli di Provinsi Jabar yang membebani keparwisataan, membebani parkir dan sejenisnya," ujar Dedi di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu 3 September 2025.
Terakhir, Dedi mengungkap adanya dugaan pungli yang terjadi di lingkungan industri. Secara tegas, dia mengaku akan melibatkan kepolisian untuk menindak oknum Human Resources Development (HRD) yang kedapatan melakukan pungli kepada pelamar kerja.
"Banyak juga oknum HRD yang seringkali main-main dengan masyarakat sekitar, melakukan rekrutmen, terima duit. Saya buka saja, ini problem. Dan mulai Agustus, saya ingin menangkap dengan kejajaran kepolisian ini," ujar Dedi.
Sebab, dengan adanya ulah oknum ini kata dia, memperburuk citra investasi Jawa Barat. Selain pungli oleh oknum internal HRD perusahaan, pihaknya juga bakal menertibkan pungli dari luar. Sebab diakuinya, prihatin kepada perusahaan karena setelah harus membayar pajak, tetapi juga 'dipajakin' lagi oleh oknum.
"Dipajakin lagi, mau Agustusan. Kirim proposal, tidak terima ngamuk. Kirim surat ada ulang tahun organisasinya, tidak terima ngamuk. Ini kan problem," ucapnya.
Ini terjadi lanjut dia, karena kawasan sekitar dekat industri tidak kecipratan dana bagi hasil dari pajak, untuk pembangunan. Namun digunakan untuk kepentingan lain, oleh pemerintah daerah.
"Desa di sekitar perusahaan seringkali mengalami problem. Infrastrukturnya perlu baik. Sarana air bersihnya perlu baik. Rakyat di sekitarnya harus meningkat ekonominya. Pendidikannya harus baik. Ini kan yang terjadi. Nah, yang terjadi hari ini kan ketika ada dana bagi hasil, baik ke kabupaten maupun ke provinsi, tidak menjadi prioritas dari investasi. Dia bikin untuk kunjungan kerja duitnya," ucapnya.
Sebab itu Pemprov Jabar kini klaim Dedi, berfokus pada pembangunan infrastruktur. Seluruh kebutuhan desa kata dia, harus dipenuhi sehingga tidak ada lagi oknum yang meminta ke desa.
"Nah, ini harus dibuat siklusnya. Sehingga saya nanti akan ngatur dana desa provinsi. Anda basisnya industri, maka fokus saya adalah hari ini air bersih di sekitar industri harus baik. Jalan harus dipastikan harus baik. Rumah rakyat miskinnya harus baik. Sekolahnya harus baik," kata dia.
Editor : Doni Ramdhani

