Dedie A Rachim Miliki Program Bereskan Persoalan Persaingan PKL dan Pedagang Pasar

Calon Wali Kota Bogor nomor urut 3 Dedie A Rachim berjanji akan membuat progam yang menengahi persaingan usaha antara PKL dan pedagang pasar. Sebab, saat ini pedagang pasar seringkali beromzet lebih rendah daripada PKL.

Dedie A Rachim Miliki Program Bereskan Persoalan Persaingan PKL dan Pedagang Pasar
"Kami harus fokus ke dalam pasar, memikirkan memikirkan pemilik kios yang sudah bayar retribusi agar diperlakukan adil. Jadi, pedagang pasar harus mendapatkan perhatian dari pemerintah karena sering kalah bersaing dengan PKL. Padahal ada 14 pasar dengan 9 ribuan pedagang yang mencari nafkah," ungkap Dedie A Rachim, Minggu 3 November 2024. (istimewa)

INILAHKORAN, Bogor - Calon Wali Kota Bogor nomor urut 3 Dedie A Rachim berjanji akan membuat progam yang menengahi persaingan usaha antara PKL dan pedagang pasar. Sebab, saat ini pedagang pasar seringkali beromzet lebih rendah daripada PKL.

"Kami harus fokus ke dalam pasar, memikirkan memikirkan pemilik kios yang sudah bayar retribusi agar diperlakukan adil. Jadi, pedagang pasar harus mendapatkan perhatian dari pemerintah karena sering kalah bersaing dengan PKL. Padahal ada 14 pasar dengan 9 ribuan pedagang yang mencari nafkah," ungkap Dedie A Rachim, Minggu 3 November 2024.

Dedie A Rachim melanjutkan, para pedagang pasar tidak mampu bersaing dengan mereka yang tidak bayar retribusi, listrik. Karena harga yang dijual ditawarkan kepda masyarakat berbeda.

"Kami ingin nantinya agar semua pedagang di jalan masuk ke dalam pasar. Agar perniagaan berproses di pasar dan tercipta persaingan yang sehat antar pedagang," terangnya.

Dedie A Rachim menjelaskan, untuk yang tidak punya kios dan yang masih berjualan di jalanan akan dinaikan marwahnya menjadi punya kios/los. 

"Nanti kami carikan solusi pembiayaan dalam beberapa tahun tidak perlu membayar toko," jelasnya.
Dia berpendapat, ini juga adalah solusi untuk meramaikan pasar yang saat ini mulai sepi. Aktivitas perniagaan justru pindah di pasar tumpah pedagang pasar menjadi sepi.

"Kami pikirkan yang 9.000 pedagang yang 95 persen KTP kota bogor harus kita lindungi dan perlakuan secara adil. Semua harus berniaga di pasar agar lebih adil," pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani