Dedie Siap Jalankan Arahan Dedi Mulyadi Menuntaskan Masalah Sampah
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengungkapkan, siap menjalankan arahan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi untuk menuntaskan masalah sampah. Karena ada bahasan utama dalam pertemuannya dengan Gubernur Jawa Barat antara lain rencana pengadaan mesin incinerator yang idealnya dapat disediakan di setiap kelurahan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengungkapkan, siap menjalankan arahan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi untuk menuntaskan masalah sampah. Karena ada bahasan utama dalam pertemuannya dengan Gubernur Jawa Barat antara lain rencana pengadaan mesin incinerator yang idealnya dapat disediakan di setiap kelurahan.
"Saat ini terdapat indikasi peningkatan volume sampah di setiap daerah yang harus segera dicarikan solusi secara tuntas dan menyeluruh," ungkap Dedie kepada wartawan pada Kamis 10 April 2025.
Dedie memaparkan, sesuai arahan Gubernur Jawa Barat, pola penanganan yang ideal bukan hanya mengurangi pasokan sampah dari rumah tangga dan industri melalui pemilahan serta pemanfaatan, tetapi juga melalui pengelolaan sampah menjadi energi atau produk bernilai.
"TPAS Galuga, yang selama ini dimanfaatkan bersama antara Kota dan Kabupaten Bogor, diarahkan untuk dikembangkan menjadi instalasi yang produktif, seperti pengolahan jumputan padat atau RDF, pupuk, maupun listrik," papar Dedie.
Dedie menjelaskan, dalam pertemuan tersebut juga membahas permasalahan organisasi pemerintahan daerah serta pengisian jabatan-jabatan strategis, yang diharapkan dapat mengakselerasi capaian visi dan misi kepala daerah.
Sementara itu, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, akan memberikan sanksi tegas kepada masyarakat yang membuang sampah ke aliran sungai atau saluran air di wilayah Jawa Barat.
"Harus disanksi. Nanti, kalau dia penerima bantuan sosial, bantuan sosialnya hentikan," ungkap Dedi Mulyadi beberapa waktu lalu.
Sejak dilantik menjadi Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi memang tegas dalam menangani masalah kerusakan lingkungan. Bahkan, beberapa kali ia melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah wilayah di Jawa Barat dan menemukan masih banyak tumpukan serta timbunan sampah di aliran sungai, kali, maupun saluran air.
Selain mencabut bantuan sosial, Dedi Mulyadi juga tak segan mencabut beasiswa bagi masyarakat yang membuang sampah ke sungai, jika pelanggar tersebut merupakan penerima beasiswa.
"Ya nanti kalau dia penerima beasiswa, beasiswanya dihentikan, karena dia tidak disiplin," tegasnya.***
Editor : JakaPermana

