Defisit Anggaran, Pemkot Cimahi Pangkas Belanja Rutin Hingga 50 Persen
Pemkot Cimahi mengambil langkah efisiensi untuk menutupi defisit anggaran akibat pemangkasan dana transfer daerah dari pemerintah pusat sebesar Rp238 miliar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Pemkot Cimahi mengambil langkah efisiensi untuk menutupi defisit anggaran akibat pemangkasan dana transfer daerah dari pemerintah pusat sebesar Rp238 miliar.
Pemangkasan ini berpotensi mengurangi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi tahun 2026 menjadi sekitar Rp1,4-1,5 triliun.
Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira mengatakan, pemkot bakal memangkas belanja yang dianggap kurang berdampak langsung pada masyarakat.
Menurutnya, belanja perjalanan dinas, konsumsi (makan dan minum), serta alat tulis kantor (ATK) menjadi target utama pemangkasan hingga 50 persen.
"Arahan dari Bapak Wali Kota jelas, kita potong anggaran seremonial dan rutin. Perjalanan dinas, makan minum, ATK, dan yang setara, kita pangkas 50 persen," ujar Adhitia belum lama ini.
Selain itu, Pemkot Cimahi juga bakal mengoptimalkan penggunaan utilitas seperti listrik, air, dan pendingin ruangan (AC).
"Langkah ini diharapkan dapat mengurangi pengeluaran utilitas yang mencapai sekitar Rp17 miliar per tahun," ujarnya.
Kendati demikian, terang Adhitia, bahwa penghematan utilitas tidak akan diterapkan di tempat-tempat pelayanan publik seperti rumah sakit, puskesmas, dan Mal Pelayanan Publik (MPP).
Pasalnya, kebijakan ini hanya berlaku untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat.
"Efisiensi ini hanya berlaku di lingkungan pemerintah kota yang dinasnya tidak memiliki tugas fungsi pelayanan besar. Jika jam pulang kerja pukul 16.00, ya sudah, pulang dan matikan listrik," tegasnya.
Adhitia menyebut, program-program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat akan tetap menjadi prioritas dalam perencanaan anggaran 2026.
Program pemberdayaan masyarakat (PPM), subsidi SPP untuk sekolah swasta, serta pembangunan sekolah baru akan tetap berjalan.
"Hasil efisiensi ini sedang dihitung agar pemangkasan Rp238 miliar tidak sampai mengurangi program-program yang telah dijanjikan oleh Bapak Wali Kota dan saya selama kampanye," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

