Densus 88 Tingkatkan Kewaspadaan Jelang Natal dan Tahun Baru di Jawa Barat

Densus 88 meningkatkan pemantauan dan pengamanan jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Jawa Barat untuk mencegah potensi ancaman teror.

Densus 88 Tingkatkan Kewaspadaan Jelang Natal dan Tahun Baru di Jawa Barat
Ilustrasi.

INILAHKORAN.ID – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror terus meningkatkan pemantauan terhadap potensi ancaman terorisme menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menjalani momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan aman, tenang, dan khidmat, termasuk di wilayah Jawa Barat.

Kepala Satuan Tugas Densus 88 Wilayah Jawa Barat, Kombes Pol Bogiek Sugiyarto, mengatakan pihaknya telah menjalin koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan di seluruh daerah sebagai bagian dari upaya pencegahan.

“Kami sesuai tugas pokok di Densus akan tetap melakukan upaya preventif dan preemtif, kemudian berkoordinasi dengan stakeholder di masing-masing wilayah. Intinya bagaimana supaya Nataru aman dan tidak ada ancaman teror,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kesbangpol Jawa Barat, Rabu (24/12/2025).

Upaya pengamanan ini dilakukan menyusul adanya temuan sebuah kotak hitam berkabel yang sempat diduga sebagai bom di depan Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) di kawasan ruko ITC, Kota Bandung, pada Jumat (19/12/2025).

Meski kemudian dipastikan, benda tersebut bukan bom atau bahan peledak, aparat kepolisian tetap mengambil langkah antisipatif. 

Tim penjinak bom (Jibom) dari Brimob Polda Jawa Barat memperketat pengamanan, terutama di gereja-gereja menjelang pelaksanaan ibadah malam Natal.

“Iya tetap kita perketat, itu nggak ada itu, bukan (bom) itu,” ujar Kepala Biro Operasi Polda Jabar, Kombes Pol La Ode Aries El Fathar, usai gelar pasukan Operasi Lilin Lodaya 2025 di halaman Mapolda Jabar.

La Ode menjelaskan, kepolisian telah menyiapkan sejumlah strategi pengamanan, salah satunya dengan melakukan sterilisasi gereja sebelum ibadah Natal dimulai.

“Sesuai SOP, kita melakukan sterilisasi sebelum pelaksanaan misa ibadah di dalam gereja. Gereja harus steril terlebih dahulu oleh tim Jibom dari Brimob, setelah itu baru jemaat diperbolehkan masuk,” jelasnya.

Selain sterilisasi lokasi, kepolisian juga melakukan pemeriksaan terhadap jemaat yang akan mengikuti ibadah. 

Pemeriksaan dilakukan menggunakan peralatan khusus, seperti metal detector, guna memastikan keamanan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

“Kepada jemaat yang masuk juga kita lakukan pengecekan. Kita siapkan metal detector. Jadi tempat ibadah sudah steril, jemaat yang masuk juga kita periksa, dan kegiatan kita kawal sampai selesai,” katanya.

Dia pun mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban demi terciptanya situasi yang kondusif di Jawa Barat selama perayaan Nataru.

“Harapan kami, iman mungkin milik kelompok tertentu, tetapi keamanan adalah milik kita semua. Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga ketertiban, khususnya di wilayah hukum Polda Jawa Barat,” pungkasnya. ***


Editor : Gin gin T Ginulur