Penurunan Muka Tanah Ancam Eksistensi Wilayah Pesisir, Pantura Jawa Paling Rentan

Penurunan muka tanah mengancam wilayah pesisir Indonesia. Badan Geologi mencatat Pantura Jawa paling rentan, memicu banjir rob hingga hilangnya daratan.

Penurunan Muka Tanah Ancam Eksistensi Wilayah Pesisir, Pantura Jawa Paling Rentan
Ilustrasi. Banjir Rob di pesisir Pantura beberapa waktu lalu.

INILAHKORAN – Penurunan muka tanah kini menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan wilayah pesisir Indonesia, khususnya kawasan pantai utara Pulau Jawa (Pantura). 

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, di sejumlah lokasi penurunan tanah telah mencapai posisi sejajar bahkan berada di bawah permukaan laut.

Wilayah yang terdampak meliputi Jakarta, Semarang, sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta kawasan pesisir lainnya. Kondisi tersebut memicu perubahan garis pantai dan memperluas wilayah yang terancam banjir rob.

"Berdasarkan pemantauan yang dilakukan Badan Geologi, KESDM di beberapa wilayah pesisir Indonesia (khususnya pantai utara Pulau Jawa: Jakarta, Semarang, beberapa bagian di Jawa Tengah/Timur dan area pesisir lain) telah tercatat Penurunan muka tanah sampai posisi yang sama dengan atau lebih rendah dari muka laut," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, dalam keterangan tertulis, Rabu (24/12/2025).

Akibat penurunan tanah tersebut, air laut dalam kondisi tertentu dapat masuk ke daratan tanpa disertai hujan. Genangan yang terjadi tidak lagi bersifat sementara, melainkan berpotensi berkembang menjadi banjir permanen.

"Daratan berubah menjadi perairan permanen yang mengakibatkan hilangnya permukiman dan tambak dari peta daratan," ujarnya.

Badan Geologi menegaskan, tanpa penanganan menyeluruh dan berkelanjutan, fenomena ini berisiko menghilangkan wilayah daratan secara permanen. 

Dampak lanjutan yang mengancam antara lain kerusakan infrastruktur, penurunan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat, serta meningkatnya kerugian ekonomi dalam jangka panjang. ***


Editor : Gin gin T Ginulur