Dewan Minta Posko Logistik Tidak Pindah Lokasi, Ini Alasannya
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor meminta Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor tidak memindahkan bahkan menutup posko logistik di Gedung Wanita, Kecamatan Bogor Tengah, hal itu dikarenakan masyarakat masih membutuhkan bantuan logistik dilihat dari belum stabilnya pemulihan sektor ekonomi. Diketahui meski kasus Covid-19 di Kota Bogor beberapa pekan terakhir cenderung menurun hingga penambahan kasus positif dibawah 50 orang perhari, namun pemulihan sektor ekonomi masih jauh dari harapan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, bogor - dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota bogor meminta Satgas Penanganan Covid-19 Kota bogor tidak memindahkan bahkan menutup posko logistik di Gedung Wanita, Kecamatan bogor Tengah, hal itu dikarenakan masyarakat masih membutuhkan bantuan logistik dilihat dari belum stabilnya pemulihan sektor ekonomi. Diketahui meski kasus Covid-19 di Kota bogor beberapa pekan terakhir cenderung menurun hingga penambahan kasus positif dibawah 50 orang perhari, namun pemulihan sektor ekonomi masih jauh dari harapan.
"Ya, angka kasus covid-19 menurun signifikan, tapi pemulihan ekonomi masih jauh dari ekspektasi. Sehingga masyarakat masih membutuhkan bantuan berupa bantalan jaring pengaman sosial. Untuk itu posko logistik tidak boleh pindah apalagi ditutup sampai kondisi ekonomi membaik dan stabil," jelas anggota DPRD Kota bogor, Atty Somaddikarya kepada wartawan pada Senin (30/8/2021) pagi.
Atty melanjutkan, sebagaimana diketahui, posko logistik Covid-19 Kota bogor dibuka sejak awal Juli lalu dan rencananya akan ditutup pada awal bulan September 2021 mendatang. posko logistik tersebut merupakan sentra bantuan berupa sembako untuk warga terdampak pandemi di Kota bogor.
"Saya meminta posko logistik Covid-19 tetap di gedung wanita, jangan kosongkan gedung wanita karena itu milik Pemkot bogor dan milik masyarakat Kota bogor. Terlebih venue tersebut merupakan lokasi strategis yang mudah dijangkau," tegasnya.
Atty juga menekankan, gedung wanita yang hari ini dibuat posko logistik demi kepentingan kemanusian harus berjalan terus. Pemkot bogor harus bersikap tegas dan memikirkan sisi kemanusiaan untuk itu, tidak ada alasan untuk ditutup dan dipindah ke lokasi lain.
"Jika posko logistik sampai direlokasi dari lokasi gedung wanita dan sampai tutup akan terjadi hujan air mata dari masyarakat miskin kota," terangnya.
Sebelumnya, diketahui, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota bogor yang juga Wali Kota bogor, Bima Arya Sugiarto berencana memindahkan posko logistik karena kasus Covid-19 Kota bogor semakin menurun dan sektor ekonomi mulai bisa berputar karena Kota bogor dinyatakan dalam status PPKM level 3.
"Kami sudah mengkaji, kelihatannya akan akan kami kurangi size nya saja posko logistik. Selama ini volumenya besar tetapi karena kebutuhannya turun, ya nanti akan ada pengurangan size. Mungkin tidak di gedung wanita, mungkin di lokasi lain yang lebih kecil. Karena kebutuhan lebih kecil sekarang," jelas Wali Kota bogor dua periode tersebut. (rizki mauludi)
Editor : JakaPermana

