Di Cimahi, Proses Sorlip Surat Suara Pilkada Serentak 2024 Libatkan 100 Petugas
Tak hanya di Bandung Barat, proses sorlip surat suara Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Cimahi, serta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat juga mulai dilaksanakan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Tak hanya di Bandung Barat, proses sorlip surat suara Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Cimahi, serta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat juga mulai dilaksanakan.
Di Cimahi, proses sorlip surat suara melibatkan 100 petugas yang merupakan warga sekitar. Sebelumnya, KPU Kota Cimahi telah menerima logistik surat suara Pilwalkot dan Pilgub Jabar masing-masing sebanyak 419.974 lembar.
Angka tersebut disesuaikan dengan jumlah daftar pemilih (DPT) yang telah ditetapkan. Selain penyesuaian DPT, distribusi surat suara untuk Cimahi ditambah sebanyak 2,5 persen dari jumlah pemilih untuk antisipasi adanya kejadian pemungutan suara ulang (PSU).
"Untuk jumlah petugas total 100 orang dibagi menjadi dua yakni 50 mengerjakan surat suara Pilwalkot dan 50 lagi untuk surat suara Pilgub. Estimasi kurang lebih 5 hari kerja, mudah-mudahan bisa selesai," kata Ketua KPU Cimahi, Anzhar Ishal, Jumat 1 November 2024.
Anzhar menjelaskan, ratusan petugas sorlip surat suara ini merupakan warga sekitar gudang KPU. Mereka diberdayakan selama lima hari dengan gaji Rp200 untuk tiap lembar sorlip surat suara.
Tak hanya itu, mereka juga telah dibekali tatacara sorlip surat suara serta kriteria surat suara rusak yang harus dipisahkan supaya nantinya dilakukan penggantian.
"Jadi para petugas ini sudah kita bekali dulu tata cara melipat. Mereka juga akan menyortir tiap lembar surat suara rusak dengan kategori warna pudar atau kertas kusut hingga sobek," jelasnya.
"Setelah dikumpulkan nanti surat suara ruaak ini akan diajukan untuk penggantian," sambungnya.
Lebih jauh Anzhar menerangkan, para petugas sorlip ini bakal bekerja mulai pukul 08.00-17.00 WIB. Mereka tak diperkenankan membawa barang-barang yang berpotensi merusak suara. Sehingga tiap masuk dan keluar ruang sorlip akan diperiksa petugas.
"Tak cuma itu untuk menghindari surat suara rusak petugas sorlip kuku jari harus pendek. Mereka dilarang korek, pisau, hingga hape juga gak boleh dibawa," bebernya.
"Jadi pas masuk akan diperiksa supaya saat masuk benar-benar gak bawa apa pun," sambungnya.
Anzhar menegaskan, KPU Kota Cimahi bakal memperketat pengawasan sortir-lipat atau Sorlip serta tahap distribusi logistik Pilkada Serentak 2024 untuk mencegah kelalaian manusia atau human error sehingga menyebabkan Pemilihan Suara Ulang (PSU) dan Pemilihan Suara Susulan (PSS).
"Kita melakukan doble pengecekan dalam proses sorlip kemudian akan skrining ulang serta menghitung surat suara yang sudah dilipat. Kita juga pakai CCTV," ujarnya.
"Setelah sorlip ada seting masukan ke kotak suarat suara. Kita akan libatkan kawan-kawan PPS. Jadi nanti tak asa alasan kekurangan logistik saat dikirim ke kecamatan," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

