Di Pelepasan 227 Calon Taruna Akademi TNI, Gubernur Dedi Mulyadi Cerita Pernah Gagal Masuk Akmil

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merasa terharu dan bahagia, kala akan melepas 227 calon taruna akademi TNI tingkat Panselinda Bandung dan Panselindasus SMAT Krida Nusantara di Lapangan Upacara Makodam, Kodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Jumat 4 Juli 2025.

Di Pelepasan 227 Calon Taruna Akademi TNI, Gubernur Dedi Mulyadi Cerita Pernah Gagal Masuk Akmil
Dedi Mulyadi menceritakan, dirinya dulu pada 1990 pernah mengikuti seleksi di Akmil. Namun saat itu gagal karena berat badannya kurang mendukung. (yuliantono)

INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merasa terharu dan bahagia, kala akan melepas 227 calon taruna akademi TNI tingkat Panselinda Bandung dan Panselindasus SMAT Krida Nusantara di Lapangan Upacara Makodam, Kodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Jumat 4 Juli 2025.

Dimana 227 calon taruna ini akan berangkat ke Magelang, Jawa Tengah untuk mengikuti seleksi integratif tingkat pusat di Akademi Militer (Akmil).

Dedi Mulyadi menceritakan, dirinya dulu pada 1990 pernah mengikuti seleksi di Akmil. Namun saat itu gagal karena berat badannya kurang mendukung.

Maka dari itu, menurutnya 227 calon taruna ini sangat beruntung karena memiliki kesempatan yang tidak semua orang bisa miliki.

"Kalau Pangdam III Siliwangi (Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman) tahun 88 bisa lulus masuk Akademi Militer. Saya tahun 90 tidak lulus, karena berat badan saya hanya 55 kilogram, tinggi badannya 166 cm. Kemudian masuk Secaba pun tidak lulus. Jadi saya kualitasnya jauh di bawah Pak Pangdam dan jauh di bawah calon-calon taruna ini," ujar Dedi dalam sambutannya.

Meski demikian, dia tidak merasa berkecil hati karena memiliki nasib berbeda. Bila saat itu dirinya diterima masuk Akmil, kini paling banter posisinya sebagai Danramil atau di pangkat sersan kepala, bahkan mungkin hanya mentok di Babinsa.

"Ternyata hari ini saya bisa berdampingan dengan jenderal bintang dua (Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman), Alhamdulillah," ucapnya.

Momentum ini lanjut Dedi harus menjadi kenangan yang baik dan peluang untuk membanggakan orang tua, bagi para calon taruna.

Dia pun berharap, 227 calon taruna ini lulus di seleksi Akmil Magelang sehingga bisa membanggakan dan membahagiakan orang tua mereka.

"Berjuang, sukses bagi anda semua. Jadilah kebanggaan orangtua, kebanggaan Provinsi Jawa Barat dan Banten, kebanggaan Kodam III Siliwangi, kebanggaan bangsa dan negara," harapnya.

Sementara itu, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman menuturkan 227 calon taruna ini adalah putra terbaik dari Jawa Barat yang bakal mengikuti seleksi di Akmil.

Dia pun meminta agar mereka terus berusaha dan berdoa, agar bisa lulus dari seleksi Akmil di Magelang.

"Usaha tanpa doa adalah sombong. Doa tanpa usaha adalah bohong. Ingat, kalian menjadi kebanggaan Siliwangi dan warga Jawa Barat. Jangan pernah, apalagi lelah, tetap fokus untuk berjuang semaksimal mungkin. Mudah-mudahan kalian berhasil semuanya di Magelang. Kalian harus menjadi wakil Maung Siliwangi di sana. Harus menjadi kebanggaan kami, warga Jawa Barat karena Jawa Barat adalah Siliwangi, Siliwangi adalah Jawa Barat," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani