FKSS Tolak Penambahan Rombel, DPRD Jabar Minta Mereka Fokus Perbaiki Kualitas

Forum Kepala Sekolah SMA (FKSS) Jawa Barat menolak rencana Pemerintah Provinsi Jabar, yang ingin menambah jumlah rombongan belajar (Rombel) dalam satu kelas

FKSS Tolak Penambahan Rombel, DPRD Jabar Minta Mereka Fokus Perbaiki Kualitas
ilustrasi sekolah

INILAHKORAN, Bandung - Forum Kepala Sekolah SMA (FKSS) Jawa Barat menolak rencana Pemerintah Provinsi Jabar, yang ingin menambah jumlah rombongan belajar (Rombel) dalam satu kelas.

Menyikapi hal ini, Anggota Komisi V dprd jabar Hasbullah Rahmad justru meminta FKSS meningkatkan layanan dan fasilitas sekolahnya masing-masing, ketimbang ribut menolak kebijakan Rombel.

Hasbullah mengatakan, meskipun SMA/SMK di Jabar menambah rombel dari maksimal 36 menjadi 50 murid, tidak akan membuat sekolah swasta kekurangan murid.

“Enggak, saya yakin walaupun sekolah negeri nambah rombel, tidak akan kekurangan siswa di swasta ya,” ujar Hasbullah, Kamis 3 Juli 2025.

Menurutnya, FKKS Jabar juga terlalu berlebihan sampai membuat surat terbuka ke Presiden Prabowo Subianto hanya karena ketakutan kehabisan murid. 

“Kalau sekolahnya bagus kan orang datang. Walaupun di pinggir gunung misalnya, orang tetap akan datang. Jadi, lebih baik fokus ke peningkatan kualitas daripada mempersoalkan ini. Menurut saya, sekolah swasta sekarang harus introsfeksi diri,” ucapnya. 

Saat ini kata dia, tinggal bagaimana sekolah swasta menyesuaikan dengan zaman. Menurutnya, sekolah swasta harus punya ciri khas dan kelebihan sebagai daya tarik.

“Misalnya ekstra kurikulernya bagus, siswa baru akan datang dengan sendirinya. Tapi kalau kualitasnya jauh, memang kan ada kekhawatiran, apalagi sekolahnya jelek, fasilitasnya tidak memadai, gurunya sedikit ya orang kan gak mau sekolah di situ,” kata dia.

Meski sekolah negeri menambah rombel menjadi 50 anak, sekolah-sekolah swasta juga tidak akan mati, karena populasi penduduk di Jawa Barat lebih dari 50 juta jiwa.

“Dengan jumlah sekolah negeri yang ada, belum bisa kita melayani pendidikan di Jawa Barat dan tidak mungkin itu akan diambil siswa oleh sekolah negeri semua,” tuturnya. 

“Dan pemerintah juga memperhatikan sekolah swasta melalui BPMU, pemerintah pusat memberikan BOS, terus APBD Kota juga bisa memberikan bantuan RKB atau LAB. Jadi nggak usah khawatir, karena kan populasi penduduk di Jawa Barat sangat besar sekali jumlahnya,” tandasnya. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti