Didatangin Wakil Wali Kota Bandung, Tukang Stempel di Cikapundung Langsung Mengucap Syukur
Pemkot Bandung kembali memberikan bantuan paket sembako bagi PKL. Kali ini Yana Mulyana memberikannya kepada PKL Cikapundung Barat
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Rohman, seorang tukan stempel di kawasan Cikapundung, Kota Bandung sempat bingung saat Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana datang mengunjunginya, Selasa, 7 September 2021
Namun, rasa bingung Rohman seketika hilang, karena Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana memberikannya kejutan.
Usut punya usut kedatangan Yana Mulyana ke tukang stempel itu tak lain memberikan bantun paket sembako.
Rohman adalah satu dari beberapa PKL yang mendapatkan giliran mendapatkan bantuan paket sembako. “Alhamdulillah, kami senang mendapat bantuan. Terima kasih Pemkot Bandung,” kata Rohman.
Baca Juga: Diringkus Polisi Gegara Narkoba Tiga Bulan yang Lalu, Kejari Jakbar: Anji Segera Jalani Persidangan
Dia mengaku senang karena mendapat bantuan dari Pemkot Bandung. Pasalnya selama masa PPKM hingga saat ini pendapatan dari usaha berjualan stempel sangat memprihatinkan.
“Terkadang dari langganan ada pendapatan Rp100 ribu, kadang lebih. Tapi kalau sekarang jauh, dapat Rp50 ribu sehari juga susah,” ucapnya.
Seperti diketahui Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menyalurkan bantuan berupa paket sembako bagi pedagang kaki lima (PKL).
Kali ini disalurkan kepada para PKL stempel dan buku di Jalan Cikapundung Barat, Selasa 7 September 2021.
Baca Juga: Kondisi Kabupaten Sukabumi Menurun, Tercatat Sudah 574 Warga Meninggal akibat Covid-19
Bantuan sembako tersebut merupakan titipan PT Summarecon kepada Pemkot Bandung. Bantuan diberikan kepada para PKL di bawah binaan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandung.
“Hari ini kebetulan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandung mendapat bantuan dari Summarecon Bandung sebanyak 600 paket sembako. Ini kita distribusikan kepada para PKL binaan Pemkot Bandung melalui Satgasus PKL,” kata Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana.
Dia berharap bantuan tersebut bisa membantu para PKL dalam pemulihan ekonomi setelah dibukanya relaksasi ekonomi di masa PPKM level 3 yang mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).
Baca Juga: Sepekan Liga 1 Indonesia Bergulir, LIB: Tidak Ada Kasus Covid-19
“Minggu ini akan ada ratas (rapat terbatas) untuk evaluasi relaksasi yang sudah diberikan kepada pelaku ekonomi maupun sosial yang ada di Kota Bandung," ujarnya.
"Apakah akan diperluas kapasitas dan waktunya, nanti berdasarkan hasil analisa yang dilakukan temen temen dinas terkait,” imbuh Yana.
Yana pun kembali mengingatkan kepada seluruh warga masyarakat Kota Bandung untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat minimal 3M.
“Meskipun secara indikator menunjukan pandemi covid-19 di Kota Bandung relatif terkendali bahkan menurun, kami ingatkan bahwa pandemi ini belum selesai.
Baca Juga: Sebut Liga Indonesia Sangat Menarik, Coach Justin: Sama Sekali Gak Bisa Diprediksi
Tetap prokes ketat, jangan abai terhadap prokes minimal 3M. Insyaallah kita semua sehat,” ujar dia.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandung Atet Dedi Handiman mengatakan, pemberian bantuan ini adalah bentuk kepedulian Pemkot Bandung terhadap para PKL.
Menurut Atet, PKL merupakan kekuatan ekonomi dari sektor informal yang terdampak covid-19 terutama para PKL yang berjualan buku dan stempel.
“PKL kuliner sudah lumayan mulai bangkit. Setelah dievaluasi, terlihat sudah mulai berjalan aktivitasnya dan kembali normal," ujar Atet.
Baca Juga: Ridwan Kamil Sebut Ikan-ikan di Sungai Citarum Sekarang Sudah Berenang Bahagia
"Tapi untuk (PKL) stempel ini memang berjalan di tempat cenderung menurun. Total bantuan yang didistribusikan sebanyak 43 sembako bagi PKL stempel dan buku di jalan Cikapundung,” kata Atet.
Dia mengungkapkan, selain bantuan sembako, pihaknya pun akan memberikan bantuan pelatihan bagi PKL agar para PKL binaan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandung bisa secara mudah mendapatkan bantuan keuangan dari perbankan maupun non perbankan.
“Para pelaku PKL binaan ini diberikan pemahaman tentang strategi berjualan yang baik. Terutama bagaimana menumbuhkan rasa tertib dan tidak melanggar aturan, mengubah sikap mental para PKL jadi entrepreneur atau pedagang formal,” ucapnya.(Yogo Triastopo)*
Editor : inilahkoran

