Didominasi Lansia, 29.643 Jemaah Haji Jabar Siap Berangkat ke Tanah Suci

Sebanyak 29.643 calon jemaah haji asal Jawa Barat dipastikan siap diberangkatkan ke Tanah Suci mulai 21 April 2026

Didominasi Lansia, 29.643 Jemaah Haji Jabar Siap Berangkat ke Tanah Suci
istimewa

INILAHKORAN.ID - Sebanyak 29.643 calon jemaah haji asal Jawa Barat dipastikan siap diberangkatkan ke tanah suci mulai 21 April 2026. Seluruh kuota telah terisi, dengan mayoritas jemaah masih didominasi kelompok lanjut usia (lansia).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh Jawa Barat, Boy Hari Novian menyatakan, proses pemberangkatan akan diawali dari asrama haji sebelum diterbangkan ke Arab Saudi.

"Alhamdulillah Jawa Barat dapat kuota 29.643 jamaah terisi semua dan jamaah siap diberangkatkan," ujar Boy Har Novian, Jumat (3/4/2026).

Ia memastikan, hampir seluruh dokumen administrasi seperti paspor dan visa telah rampung. Saat ini, pihaknya fokus pada kesiapan teknis di dua titik embarkasi utama, yakni Asrama Haji Bekasi dan Indramayu.

"Nanti tanggal 21 April sudah siap kami terima. Di asrama haji Indramayu kami dapat menampung 1.600 calon jamaah haji, dan di Bekasi sejumlah itu," ucapnya.

Secara teknis, pemberangkatan akan terbagi dalam dua jalur penerbangan. Sebanyak 40 kelompok terbang (kloter) akan diberangkatkan melalui Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, sementara 28 kloter lainnya melalui Bekasi.

Di tengah dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah, Boy menegaskan bahwa jadwal operasional haji tidak mengalami perubahan. Pemerintah Arab Saudi disebut telah memastikan kesiapan penuh.

"Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi menyatakan keberangkatan haji dan operasional haji sesuai jadwal tidak ada perubahan walaupun sampai saat ini masih ada ketegangan di timur tengah," katanya.

Ia mengimbau para calon jemaah, untuk tidak terpengaruh isu keamanan dan tetap fokus mempersiapkan kondisi fisik, mengingat mayoritas jemaah tahun ini merupakan lansia.

"Komposisi 60 persen masih jamaah lansia dan sisanya beragam," paparnya.

Dengan dominasi jemaah usia lanjut, aspek kesehatan menjadi perhatian utama agar seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci dapat dijalani dengan optimal.***


Editor : JakaPermana