Digempur Iran, Israel Minta Dunia Tak Tinggal Diam
Ketegangan antara Iran dan Israel kembali memuncak setelah Iran meluncurkan serangan balasan besar-besaran pada malam 13–14 Juni 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali memuncak setelah Iran meluncurkan serangan balasan besar-besaran pada malam 13–14 Juni 2025. Aksi tersebut merupakan respons langsung terhadap serangan Israel sebelumnya yang menyasar fasilitas nuklir milik Teheran.
Dilaporkan oleh Reuters dan Al Jazeera, Iran mengerahkan lebih dari 100 rudal balistik dan drone kamikaze bersenjata dalam serangan skala luas yang diklaim sebagai yang terbesar dalam sejarah konflik kedua negara.
Beberapa kota besar di Israel menjadi target utama serangan, termasuk Tel Aviv, Yerusalem, Haifa, Bat Yam, Rehovot, hingga Rishon LeZion.
Sebagai respons cepat, militer Israel mengaktifkan sistem pertahanan udara canggih seperti Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow. Meskipun sebagian besar proyektil berhasil dicegat, sejumlah rudal Iran tetap berhasil menembus pertahanan dan menghantam area permukiman sipil.
Salah satu dampak paling tragis terjadi di Bat Yam, di mana sebuah apartemen delapan lantai hancur akibat serangan langsung. Peristiwa ini menewaskan sedikitnya sembilan orang, termasuk satu anak-anak, serta menyebabkan puluhan warga lainnya mengalami luka serius.
Pihak militer Israel menyebut serangan ini sebagai reaksi atas "langkah pencegahan" yang mereka lakukan terhadap potensi ancaman nuklir Iran. Sementara itu, Iran menegaskan serangannya sebagai bentuk balasan atas apa yang disebutnya sebagai “kejahatan zionis terhadap rakyat dan kedaulatan Iran”.
Editor : Firda Rachmawati

