Hamas Kecam Serangan Israel di Gaza, Desak Mediator Tekan Israel

Hamas mengecam serangan Israel di Gaza yang menewaskan tiga warga dan melukai delapan lainnya serta mendesak mediator menekan Israel.

Hamas Kecam Serangan Israel di Gaza, Desak Mediator Tekan Israel
Istimewa

INILAHKORAN.ID-Gerakan Hamas mengecam serangan militer Israel di Kota Gaza yang menewaskan warga sipil Palestina. Hamas menyatakan telah berkonsultasi dengan para mediator serta Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian untuk Gaza, Nickolay Mladenov, menyusul serangan tersebut.

"Hamas mengecam keras operasi militer Zionis di Kota Gaza hari ini yang mengakibatkan jatuhnya korban di kalangan warga sipil Palestina," kata Hamas dalam sebuah pernyataan pada Selasa.

Dalam komunikasinya dengan mediator dan Nickolay Mladenov, Hamas mengecam berbagai serangan dan penembakan yang disebut menyebabkan sejumlah warga Palestina tewas dan terluka.

Hamas kemudian mendesak para mediator dan negara-negara penjamin untuk memberikan tekanan maksimal kepada pemerintah Israel agar menghentikan serangan.

Kelompok tersebut juga meminta seluruh pihak memastikan kesepakatan Gencatan Senjata yang telah dicapai dapat dipatuhi.

Serangan Israel Tewaskan Tiga Warga

Angkatan Bersenjata Israel (IDF) pada Selasa (1/9) menyatakan telah menyerang sejumlah target di Gaza dengan alasan untuk menghilangkan ancaman.

Otoritas Gaza pada awalnya melaporkan satu orang tewas dan beberapa warga lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Namun, Direktur Rumah Sakit Al-Shifa Mohammed Abu Salmiya kemudian menyampaikan bahwa jumlah korban meningkat menjadi tiga orang tewas dan delapan lainnya terluka.

Serangan tersebut kembali menimbulkan sorotan terhadap pelaksanaan kesepakatan Gencatan Senjata antara Israel dan Hamas.

Implementasi Gencatan Senjata Masih Bermasalah

Israel dan Hamas sebelumnya mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Gaza pada 9 Oktober 2025. Kesepakatan tersebut dimediasi Mesir, Qatar, Amerika Serikat, dan Turki.

Kesepakatan kemudian difinalisasi dalam KTT Sharm el-Sheikh pada 13 Oktober 2025. Beberapa poin utama kesepakatan mencakup Gencatan Senjata, pembebasan sandera di Gaza sebagai imbalan tahanan Palestina, peningkatan bantuan kemanusiaan, serta penarikan pasukan Israel secara bertahap.

Namun, implementasi kesepakatan tersebut hingga kini belum sepenuhnya selesai. Kedua pihak masih berselisih mengenai urutan langkah berikutnya dalam pelaksanaan kesepakatan.

Israel menuntut Hamas dilucuti terlebih dahulu sebelum dilakukan penarikan pasukan lebih lanjut.

Sementara itu, Hamas menuntut penghentian serangan Israel, penarikan pasukan, serta pemenuhan bantuan kemanusiaan dilakukan terlebih dahulu.

Perbedaan tuntutan tersebut menjadi salah satu persoalan utama dalam proses pelaksanaan kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza.***


Editor : JakaPermana